Jumat, 21 Februari 20

Revrisond Baswir: Pemerintah Sedang Gali Lubang Tutup Lubang

Revrisond Baswir: Pemerintah Sedang Gali Lubang Tutup Lubang
* Revrisond Baswir.

Jakarta, Obsessionnews.com – Optimisme tinggi dari pemerintah demi perekonomian yang lebih baik menjadi harapan baik bagi masyarakat. Namun, ada pandangan yang berbeda dari salah satu pakar ekonomi asal Universitas Gadjah Mada (UGM) Revrisond Baswir. Ia menilai saat ini pemerintah sedang gali lubang tutup lubang.

Revrisond berpendapat pertumbuhan ekonomi yang saat ini tengah melambat mempengaruhi seluruh lapisan masyarakat. Terutama daya jual beli.

“Justru akhir-akhir ini ekonomi Indonesia mengkhawatirkan, karena beberapa tahun terakhir yang dijadikan andalan itu pemerintah. Namun saat ini pemerintah malah sedang gali lubang tutup lubang,” ungkapnya ketika dihubungi Obsessionnews.com, Selasa (13/9/2016) siang.

Ia menuturkan, di awal tahun 2016 pemerintah menunjukkan keoptimisan, namun hingga kini belum ada yang terealisasikan. Seperti halnya target RAPBN 2017 telah mengalami beberapa revisi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebelumnya, di tahun anggaran 2017 ditargetkan sebesar 5,3 persen menjadi 5,2 persen dan Sri kembali merevisi lebih rendah yakni sebesar 5,1 persen yang dipertimbangkannya dari sisi konsumsi rumah tangga, inflasi dan investasi.

“Kalau kita mau (rupiah) di bawah Rp13.300 akan menyebabkan imported inflation lebih rendah, artinya konsumsi bisa lebih tinggi yaitu 5,2 (persen). Kalau inflasi Rp13.300 rasanya lebih cocok konsumsi 5,0. Dari sisi konsumsi saya cenderung di 5,0 karena kurs Rp13.300,” kata Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Baswir menilai dengan banyaknya revisi RAPBN ini pemerintah sedang mengalami kesulitan likuiditas. “Bahkan bisa jadi ke depan pertumbuhan ekonomi akan melambat. Optimisme yang berlebihan oleh pemerintah hingga saat ini belum juga terealisasikan. Nomor satu pemerintah harus menyelesaikan masalah bagaimana tidak terjerumus krisis fiskal,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, termasuk program dari pengampunan pajak (tax amnesty) yang diramalkan akan menjadi pendorong ekonomi, dan harapan untuk memenuhi RAPBN 2017 juga menjadi kekhawatirannya. “Untuk soal optimisme dari tax amnesty kita lihat saja akhir bulan September ini,” tandasnya. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.