Senin, 20 September 21

Revolusi Kembali ke UUD 45 Asli dan Tolak Rekonsiliasi!

Revolusi Kembali ke  UUD 45 Asli dan Tolak Rekonsiliasi!

Oleh: Yulpi Payabadar

Pertemuan Presiden Jokowi dengan para petinggi GNPF-MUI dan ormas Islam lain nya di Istana Merdeka, Ahad 25 Juni 2017. Dengan keberkahan Hari Raya Idul Fitri semoga terajut kembali persatuan dan kesatuan untuk kebaikan bangsa dan negara.?? Saya berharap kepada GNPF -MUI dan Ormas lain nya bagaimana kita akan bisa merajut persatuan dgn Rezim saat ini karena Program yg di jalan kan tidak sesuai dengan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia sedang kan Pemerintah Program nya lebih berpihak kepada para Pemodal Taipan dan tunduk dengan Intervensi Aseng dan Asing, jangan Bangga kita menjadi Bangsa Indonenesia kalau tunduk dengan Intervensi Aseng dan Asing.

Bangsa Indonesia haruslah memiliki KEPRIBADIAN atau JATI DIRI yang menjadi Tujuan dari Perjuangan Kemerdekaan karena Kemerdekaan Rakyat Indonesia hanya baru sampai di pintu gerbang belum di dalam pintu gerbang Kemerdekaan,tetapi bagaimana Rupa Bentuk atau Ciri Ciri Kepribadian Bangsa Indonesia yg mau kita bangun dengan Tujuan yaitu dari Rakyat untuk Rakyat dan kembali kepada Rakyat bukan kepada para Cukong atau Para Pemodal.

Secara tidak sadar selama ini Rakyat Indonesia sudah di belenggu oleh System Kapitalis dan Neo-Kolonialisme Rakyat Indonesia harus keluar dari System Kapitalis dan Neo-Kolonialisme dan mereka ini adalah bentuk penjajahan baru dalam memperbudak Bangsa Indonesia yg membelenggu Rakyat Indonesia dimana semua tidak lepas dari kepentingan Golongan Elit yg ada di pemerintahan baik yg berkedok sebagai Lembaga Negara dengan kedok memberi kan kemudahan kepada rakyat tetapi secara tidak sadar Rakyat Indonesia sdh di belenggu oleh System yg mereka mainkan baik itu Instansi KPK,BPK,OJK,PPATK,BPJS,DENSUS 88 bagaimana Anggaran yg mereka Keruk anggaran dari uang Rakyat tetapi kerja sebagian Instansi tidak memberi Keadilan bagi seluruh Rakyat Indonesia, dan Instansi lain nya harus di seleksi ulang baik atau bubarkan karena secara tidak sadar rakyat Indonesia akan selalu terbelenggu oleh System yg di mainkan Oleh Penguasa atas kepentingan Aseng dan Asing,

Rakyat Indonesia harus melawan segelintir Elitisme yg ada di Pemerintahan dengan lewat REVOLUSI kembali kepada Jati Diri Bangsa dan Idiologi Bangsa yaitu UUD.45 Asli dan Pancasila untuk membina kepribadian Bangsa Indonesia
Haruslah diakui bahwa, Bangsa Indonesia akan terus diperbudak dan diperhambakan oleh System Kapitalis selagi bangsa Indonesia masih bergantung kepada System Keuangan dan System Perekonomian yg dibangun atas Pahaman Kapitalis.

Demikian Bangsa Indonesia tanpa sadar telah di paksa bekerja di bawah tekanan System Kapitalisme yang telah menjajah Negara dan menjadi Hamba Abdi kepada Pahaman Kapitalis apabila di paksakan untuk tunduk kepada peraturan yang di tetap kan oleh System Kapitalis yang kini sudah terbukti dengan jelas system dan pahaman tersebut tidak memberikan keadilan bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Sistem dan peraturan Kapitalis ini telah membunuh sifat2 kemanusian secara perlahan-lahan apabila dasar penilaian yang di gunakan dalam System Kapitalis hanya tetumpu kepada Cukong Para Pemodal dan Materi, hingga Materi memiki nilai yang lebih tinggi dan kedudukan yg lebih mulia dari Modal Tenaga Kerja atau Nilai Kemanusian dan tidak ada lagi rasa keadilan bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Demikian Uang dan Keuangan telah mendapat kedudukan yang jauh lebih mulia dari Manusia dan Kemanusia hingga ia menjadi suatu bentuk KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN yg dianuti dan dipertahankan oleh Mayoritas Rakyat indonesia melebihi mempertahan kan Kepercayaan dan Keyakinan mereka kepada Tuhan yg Maha Esa.Demikian Kepercayaan dan Keyakinan ini telah menjurus majority Bangsa Indonesia mengabaikan Hukum Moral.

Dan apabila Hukum moral tidak lagi menguasai jiwa manusia maka rasa tanggung jawab mereka (Rezim) sebagai Orang yang Beriman kepada Tuhan yg Maha Esa dan sebagai Khalifah Allah di muka Bumi menjadi luntur malah Rasa Kemanusia atau Peri Kemanusia hilang sama sekali.

Dengan terkikis nya Rasa Kemanusia atas Kriminalisasi terhadap Ulama dan Aktivis sebagai penerus Anak Bangsa dan Bangsa Indonesia kini berhadapan dengan Krisis Moral yang merupakan Biang kepada berbagai gejala dan membuat kehidupan mereka tidak sejahterah ulah segelitiran Elit Politik dan Para Cukong yaitu Pemodal.

Demikian gejala politik,gejala sosial,gejala ekonomi dan berbagai gejala buruk yg timbul dalam masyarakat dan Negara telah menyebabkan Bangsa Indonesia tidak di hargai dan dihormati oleh Bangsa lain di Mata Dunia. Demikian Pemerintah yang tunduk dengan System Kapitalisme telah menciptakan Krisis Moral yang kini telah bermaharaja lelah di muka bumi di sebabkan oleh pahaman dan System Kapitalis baik Negara Membangun maupun Negara Maju,di Bandar dan di Kota,di Kampung dan di desa,krisis moral yg melanda dunia meliputi semua golongan Masyarakat dari rakyat kecil hingga ke para Perwakilan Rakyat yang ada di DPR/MPR,dari para pekerja hingga para pengusaha,dari Kepala Keluarga hingga kepada Kepala Negara.

Di Indonesia Korupsi dan Suap telah membudaya disemua lapisan masyarakat yg dipratikan baik secara langsung atau pun tidak langsung oleh majority Rakyat Indonesia dari Pegawai negeri Negeri tingkat bawah hingga ke Pejabat tinggi Negara,dari para Pedangang Kaki Lima hingga ke para Pengusaha Kelas Kakap,dari para Preman hingga ke Pengacara,Jaksa,Hakim malah di Parlemen dan di Partai Politik terdapat benteng-benteng kukuh yg melindungi para Koruptor kelas Kakap lalu tindakan Korupsi dan Pratik Suap Menyuap di tutup dengan berbagai istilah bahasa yg kedengaran nya Wajar dan Indah belaka bahkan mereka para Koruptor ada yg berlindung di belakang Instansi lembaga pemerintah yang ada,hakikat semua perilaku buruk itu merupakan tindakan pemerkosaan terhadap Hukum Moral dan Pelanggaran yg nyata terhadap Hukum Negara di sebab kan oleh penguasa yg tembang pilih dalam memilih kasus yaitu Hukum tajam kebawah dan tumpul keatas.

Tindakan pemberantasan Korupsi ini sangat sulit di laksanakan apabila tumpuan pemberantasan Korupsi lebih tertumpu kepada pejabat Pemerintah telah mewarisi budaya Korupsi dari generasi sebelum nya ketika Korupsi dilakukan secara Gotong Royong hingga terwujud sebuah Kroni yang terorganisir di Kalangan para pejabat berdasi yg merampok uang hasil keringat Rakyat nya sendiri bahkan mereka masih bisa berlindung di Instansi Pemerintah yg di bentuk oleh Pemerintah sendiri dan rakyat sudah tertipu selama ini.

Bahkan, mereka para Koruptor sudah menjalar ke semua peringkat masyarakat hingga Tindak Korupsi ini telah menjadi hal yang lumrah dan di akui sebagai SAH dan WAJAR lalu di beri istilah dengan Istilah-istilah yang kelihatan nya seolah-olah tidak bertentangan dgn Hukum & perundangan Negara seumpama Setoran dan Upeti walhasil semua tindakan tersebut sangat menyalahi Hukum Moral dan berseberangan dengan semangat Perjuangan Revolusi Bangsa apabila Kekuasaan seorang Pejabat Negara Kedudukan dipergunakan dalam memperkayakan diri mereka,keluarga maupun golongan nya.

Suatu hal yang tidak bisa di mungkiri adalah terjadi nya KORUPSI itu apabila ada pratik SUAP MENYUAP ke pejabat atau Oknum Pemerintah.Atas fakta ini maka usaha pemberantasan Korupsi harus juga di tumpukan kepada orang2 yang membuat tawaran tertentu kepada Pejabat atau Oknum Pemerintah yg berkedok Instansi pemerintaha dan lembaga Keuangan lain nya yg membelenggu Rakyat Indonesia.

Dalam banyak kasus,hanya penerima Suap yg di Hukum dan diidentifikasi sebagai Koruptor sedangkan Pihak yang melakukan Penyuapan tidak di katagorikan sebagai Koruptor disebabkan dana yang di gunakan untuk melakukan penyuapan tidak berasal dari Negara hingga tidak di hitung sebagai kerugian Negara.

Walhasil Negara kerugian dan kecolongan apabila Pejabat Pemerintahan yg di beri gaji oleh Rakyat dan di upah oleh Rakyat untuk bekerja dan berbakti kepada Bangsa dan Negara telah di gunakan oleh para Penyuap untuk bekerja demi untuk kepentingan mereka dan golongan Elit Partai penguasa untuk bagi-bagi kursi untuk mengincar Anggaran APBN dan APBD.

Demikian Praktik Menyuap Pegawai Negeri atau Pejabat Pemerintah merupakan BIANG yang memicu dan menyuburkan BUDAYA KORUP dalam System yg di mainkan oleh Pemerintahan Negara sendiri dan memberikan Pembodohan Kepasa Bangsa nya sendiri.
Hampir setiap hari terbongkar di media massa berbagai Kasus Moral yg mencerminkan betapa Bangsa Indonesia memiliki nilai Moral yg tergolong rendah.Ini semua menjuruskan kepada satu kenyataan bahawa Bangsa Indonesia belum memiliki atau telah kehilangan suatu KEPRIBADIAN yang menjadi tujuan utama kepada Perjuangan Kemerdekaan.

Yaitu KEPRIBADIAN KARAKTER BANGSA yang membuat Bangsa-Bangsa lain dan Negara-Negara lain dengan merasa Hormat dan Kagum dengan Kita,disegani baik oleh lawan maupun kawan.

Krisis moral yg di hadapi saat ini adalah bukti nyata betapa Mayoritas Bangsa Indonesia kini telah terjajah mental nya dan cara hidup mereka oleh System Ekonomi yang di dasari atas Pahaman Kapitalisme dimana Bangsa Indonesia akan selalu menjadi Jongos di Negeri nya sendiri dan menjadi budak nya Bangsa Aseng dan Asing.

Sistem Ekonomi yang di dasari oleh Pahaman Kapitalisme inilah yang telah mengkikis nilai-nilai Mulia yang menjadi tujuan ajaran Agama dalam membentuk Suatu KEPRIBADIAN Karakter Bangsa.

Kehancuran Moral Bangsa ini sudah di Prediksi oleh Generasi Pendiri Bangsa.Maka dari itu Penderitaan Rakyat Indonesia harus keluar dari System yang membelenggu Rakyat Indonesia selama ini,secara tidak sadar Rakyat Indonesia sudah di belenggu oleh System Kapitalis dan tunduk dengan Intervensi aseng dan asing yang di mainkan oleh Pemerintah nya sendiri sebagai Makelar System Kapitalisme dan Pembodohan kepada Bangsa nya sendiri.

Maka dari itu Rakyat Indonesia harus berjuang untuk membebaskan Bangsa Indonesia dari Perbudakan dan Penghambaan oleh System Kapitalisme yang telah melencengkan Rakyat Indonesia dari tujuan Kemerdekaan dan Haluan Negara.System Kapitalis dan pahaman Elit Pejabat Negara telah mengkikis daya Kesadaran Bangsa Indonesia sebagai Orang-orang mengimani Allah Tuhan yang Maha Esa dan memisahkan Politik dengan Agama tujuan adalah pembodohan kepada Bangsa nya sendiri saat nya Rakyat Indonesia harus melawan dan Bangkit dari keterpurukan belenggu System yang di mainkan oleh para Penghianat Bangsa..

Jakarta 26 Juni.2017

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.