Jumat, 30 Oktober 20

Revolusi dan Putsch

Revolusi dan Putsch
* Hendrajit. (Foto: dok. pribadi)

Oleh: Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute

Revolusi mensyaratkan adanya massa aksi yang teratur dan terorganisir. Itulah people power. Sering kali para aktivis pergerakan terjebak pada yang namanya Putsch.

Putsch bukanlah aspirasi rakyat yang menjelma menjadi perbuatan rakyat. Melainkan hasil pekerjaan segelintir orang yang putus asa. Sedangkan revolusi adalah hasil dari perbuatan rakyat yang menjelma menjadi pergerakan masyarakat yang terorganisir dan terencana.

Dan satu hal lagi yang paling penting, dalam massa aksi yang terorganisir dan terencana, apa pun pola pergerakan yang ditempuh sebagai pilihan, rakyat akan memberi restu.

Tumpang tindihnya dua konsepsi pergerakan masyarakat tersebut itulah, yang menjadi dasar kegagalan PKI tiga kali berturut-turut: 1926, 1948 dan 1965. Revolusi meleset jadi makar atau pemberontakan. Maka dengan mudah ditumpas habis.

Ironisnya, penyakit Amir-Muso dan Aidit-Syam, bukan monopoli para kader PKI. Melainkan juga menular ke berbagai aktivis dari berbagai spektrum politik non komunis.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.