Jumat, 22 Oktober 21

Revisi UU Terorisme, Masa Penahanan Diperpanjang 3 Hari

Revisi UU Terorisme, Masa Penahanan Diperpanjang 3 Hari
* Asril Hamzah Tanjung.

Jakarta, Obsessionnews – Pemerintah sudah mengirimkan Surat Presiden (Supres) dan draft revisi Undang-Undang (UU) No.15/2003 tentang Pemberantasan tindak pidana terorisme ke DPR. Pembahasan ini juga disahkan dalam rapat Badan Musyawarah Kamis kemarin melalui pembentukan pantia khusus.

Ada beberapa poin yang akan direvisi,  salah satunya berkaitan dengan penambahan waktu penahanan bagi pelaku terduga terorisme, yakni dari 7×24 jam menjadi 30×24 jam atau 30 hari.

“Ada penambahan waktu untuk penahanan, karena luasnya wilayah Indonesia yang negara kepulauan dan terorisme juga ada dimana-mana. Ini yang paling pokok dalam revisi UU Terorisme,” kata ‎Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) Asril Hamzah Tanjung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Menurutnya, masalah terorisme di Indonesia bahkan dunia sudah menjadi kejahatan sangat luar biasa. Sehingga, Komisi I DPR mendukung revisi UU Terorisme ini dapat segera disahkan menjadi UU dalam waktu dekat. Namun, dia belum dapat memastikan kapan RUU ini dapat diselesaikan.

“Mendukung RUU Terorisme ini, karena teroris ini kejahatan sangat luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, Politisi Partai Gerindra ini melanjutkan revisi UU Terorisme ini akan mengatur masalah pembagian tugas pemberantasan terorisme di Indonesia. Sebab, saat ini pemberantasan terorisme selalu mengandalkan pihak kepolisian. Padahal, masalah ini bisa melibatkan TNI, Badan Intelijen Negara (BIN) dan lainnya.

‎”TNI sendiri punya pasukan anti teror, tapi sekarang seperti etalase saja. Di laut ada Detasemen Jala Mengkara (Denjaka), maka  jangan selalu polisi,” jelasnya.

Meski demikian, sambungnya, pengaturan pembagian tugas ini nantinya juga harus diatur syarat-syaratnya setelah revisi UU Terorisme ini disahkan menjadi UU, maka pemerintah perlu membuat Peraturan Pemerintah (PP) sebagai pengimplementasian UU ini. ‎”Tetap syarat harus ada PP dulu,” tuturnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.