Jumat, 12 Agustus 22

Revisi UU Pilkada, PAN Ajukan Tiga Poin

Revisi UU Pilkada, PAN Ajukan Tiga Poin

‎Jakarta, Obsessionnews – Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menghendaki DPR melakukan revisi kembali Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Hal ini mengingat masih banyaknya persoalan yang belum diatur dalam UU tersebut.

Salah satunya adalah munculnya calon tunggal di tujuh daerah dalam Pilkada serentak 2015. Persoalan ini kemudian memicu wacana dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) agar Pilkada di tujuh daerah tidak jadi diundur 2017.

Belakangan, pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, justru meminta perlunya dibuat aturan untuk pemberian sanksi bagi parpol yang tidak mengusung calon kepala daerah. Viva pun mengaku tidak setuju dengan usulan tersebut.

“Di UU Pilkada tidak diatur partai politik wajib mengusung pasangan calon karena kebijakan parpol untuk mengusung calon di pilkada sudah menjadi hak parpol yang taken for granted bagi kehidupan demokrasi,” ujarnya kepada Obsessionnews, Minggu (9/8/2015).

Namun, kata dia dengan tidak mengusung calon kepala daerah, parpol memang secara tidak langsung akan dirugikan. Salah satu penyebab, parpol tidak bisa mengusung calon kepala daerah lantaran masih diberlakukan ambang batas parlemen atau paliamentary threshold dengan minimal 20 persen dari perolehan kursi di DPR‎.

“Makanya ke depan, UU nomer 8 tahun 2015 harus direvisi,” terangnya.

Untuk itu, PAN kata dia mengusulkan tiga poin masalah yang harus direvisi dalam UU Pilkada.
Pertama adalah dilakukannya pemilihan secara musyawarah mufakat jika seluruh parpol hanya mengusung satu pasangan calon, tidak voting dan tidak ada calon independen.

Kedua Penggunaan hak dan kewajiban parpol dalam mengusung calon‎ diperjelas apakah akan diberikan sanksi atau tidak. “Ketiga mengenai persoalan threshold yang menghambat bersemainya calon pemimpin daerah karena parpol dibatasi persyaratan 20% kursi dan 25% suara,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.