Senin, 20 September 21

Revisi UU KPK Terlalu Dipaksakan

Revisi UU KPK Terlalu Dipaksakan
* Sebastian Salang.

Jakarta, Obsessionnews – Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parleman Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menilai, revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi yang tengah digagas oleh DPR dan Pemerintah terlalu dipaksakan. Sebab, revisi ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan.

“Saya rasa ini ini sangat riskan sarat dengan kepentingan. Saya yakin DPR tidak bisa menyelesaikan revisi itu dalam waktu singkat,” ujarnya di Jakarta, Minggu (29/11/2015).

Menurutnya, meski Revisi UU KPK masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2015 belum tentu, hasilnya sesuai dengan harapan masyarakat yakni ingin memperkuat KPK . Sebab, di luar justru banyak yang menilai revisi UU KPK lebih condong melemahkan KPK.

“Kalau mereka memaksakan diri, nanti akan berdampak luas di masyarakat,” tuturnya.

Sebastian mengaku mendengar kabar, dalam waktu yang singkat itu, DPR hanya akan merevisi pasal-pasal tertentu saja. Yakni menghilangkan kewenangan KPK dalam hal Penyadapan, usia KPK dan sebagainya. Pasal-pasal tersebut selama ini menjadi kontroversi di masyarakat.

“Jadi mereka hanya mengakomodir kepentingan DPR saja. Makanya ini sangat dikebut,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya DPR pernah mengusulkan agar usia KPK dibatasi menjadi 12 tahun. KPK dilarang mengusut kasus korupsi yang nilainya di bawah 50 miliar. Terakhir KPK tidak boleh dengan bebasnya mengunakan penyadapan, kecuali harus ada izin dari pengadilan. (Albar).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.