Rabu, 28 September 22

Reuni 212: Radikalis Romantis

Reuni 212: Radikalis Romantis

Oleh: Moh Naufal Dunggio

Untuk kesekian kalinya ada banyak yang meradang setengah STRES dgn melihat UKHUWAH ISLAMIYAH makin kokoh dan kuat. Hanya dengan kumpul-kumpul bertajuk REUNI tapi banyak yang gak bisa tidur nyenyak. Apa yang menjadikan mereka ketakutan …? Bukankah kata reuni adalah kata yang sering kita dengar dalam perhelatan kangen-kangenan bila sudah lama tidak ketemu yang minimal dalam setahun …?

Jokowi REUNI dgn para RELAWANNYA PROJO di Kemayoran TDK ada yg usil. Jokowi REUNI dgn kurang lebih 4000 relawan di Solo dan Medan tatkala menikahkan anak jg tdk ada yg ingin menggagalkan apalagi melarangnya. Tdk ada yg menuduh itu politik. Pdhal itu nyata2 konsolidasi dlm menghadapi 2018 dan 2019. Tapi kenapa REUNI 212 byk pejabat berlomba2 menghimbau –malu mau melarang — agar reuni tsb dibatalkan. Kalau reuni yg lain diisi dgn HURA-HURA yg tak ketinggalan pakai biduanita yg seksi dgn tarian erotisnya. Nah, reuni yang satu ini diisi dgn shalat berjama’ah, ngaji, dzikir, berdo’a demi keselamatan NKRI dan tausiah srt jauuuuh dr kesan hura2 tp kenapa nafsu buanget mau membatalkannya …? Lagi2 penguasa menunjukkan KETIDAK ADILANNYA pd umat Islam dgn nyata dan jelas.

Rupanya manusia yg masuk dlm golongan fasik dan munafik benar2 alergi sekali bila melihat hamba Allah makin dkt dgn agamanya. Mereka TIDAK sudi bila melihat hamba-hamba Allah yg beriman makin kuat persaudaraannya krn bisa mengancam dirinya apalagi bila dia lagi berkuasa.

Sekali lagi perkumpulan kaum Muslimin dgn bertajuk REUNI 212 tidak meninggalkan kesan yg buruk. Monas tetapi bersih setelah acara. Tidak ada tanaman yg rusak. Tadak ada rerumputan yg terinjak-injak. Apalagi tdk ada kerusuhan plus bakar-bakaran. Semua berjalan dgn damai walau diiringi dgn teriakan TAKBIIIR yang begitu amat sangat bersemangat. Kelihatan dengan teriakan TAKBIIIRnya menunjukkan mereka orang-orang yg RADIKALIS. Sebagaimana label yg diberikan penguasa sekarang pada umat Islam. Walaupun dikategori mereka radikal tapi mereka para MUJAHID yg hadir di REUNI 212 adalah RADIKALIS yg ROMANTIS. Teriakan boleh kelihatan sangar anti pada musuh2 Allah tapi jiwa dan pikiran tetap TENANG sehingga tidak ada AMUKAN MASSA, tidak ada tindakan KEKERASAN bin ANARKIS, dan tidak ada tindakan akhlak yg buruk yang diperlihatkan.

Wallahu A’lam.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.