Minggu, 17 Oktober 21

Reuni 212: Persatuan Atas Rahmat Allah

Reuni 212: Persatuan Atas Rahmat Allah

Oleh: Ust. Fellix Siauw (Pengemban Dakwah, Ustadz etnis Tionghoa)

 

Hari ini kembali menjadi hari yang kita ingati, karunia Allah yang kita syukuri, persatuan ummat yang mustahil dibeli, walaupun kita memiliki harta seantero bumi.

Perbedaan antar madzhab tak dipandang lagi, pergerakan yang berbeda pun beriring berjalan kaki, apalagi suku, etnis, dan beda lain semua hilang dengan senyum terpatri.

Allah yang mempersatukan hati mereka (kaum beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana – Al-Anfaal: 63.

Ada yang menuduh ini urusan politik, ada pula yang menuding pesertanya dibayar, dan segala bentuk penggebosan lain, tak mempan, minimal 3 juta manusia hadir di.sana.

Prediksi cuaca dijungkirbalikkan, Allah bersama mereka yang ikhlas insyaAllah, bahkan tidak panas, awan-awan yang juga makhluk Allah itu menaungi hingga selesai.

Itulah mengapa reuni 212 ini sangat dinantikan dan dirindukan, sebab persatuan adalah karunia langsung dari Allah Swt, tak bisa direka dan direncana oleh manusia.

Itulah juga mengapa orang munafik menampakkan dengkinya mereka atas acara ini, sebab mereka tak ingin Muslim bersatu, itu berita buruk bagi mereka dan sekutunya.

Sebab hitungan mereka yang tak suka pada Islam ini hanya dunia dan apa yang ada di dalamnya, sedangkan kaum Muslim menginginkan apa yang ada di sisi Allah.

Tapi ini semua belum selesai. Acara reuni 212 ini hanyalah sebagian pertunjukan cinta pada Allah dan Rasul-Nya, tanda setia pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, cinta Islam.

Maka kecintaan kita pada Islam ini selalu berbuah kerinduan akan diterapkannya aturan-aturan dalam Kitabullah dan Hadits, yang akan memberi kebaikan pada negeri.

Bagi anda yang bersama walau tak hadir disana, atas doa kawan-kawanlah, acara reuni 212 ini bisa terlaksana penuh kekhidmatan dan kebaikan di tiap laluan waktu.

Alhamdulillah ‘ala kulli haal.. Inilah cinta kaum Muslim buat Indonesia, buat dunia, bukan karenamu atau karenaku, karena kita atau Indonesia, tapi karena Allah. (***)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.