Kamis, 28 Januari 21

Resmi Dimakzulkan DPR AS, Berikut Kontroversi Donald Trump

Resmi Dimakzulkan DPR AS, Berikut Kontroversi Donald Trump
* Presiden Donald Trump. (Foto: Axios)

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi dimakzulkan oleh DPR AS. Keputusan politik DPR ini diambil lantaran, sikap dan kebijakan Trump penuh dengan controversial. Trump dikenal sebagai pemimpin yang ambisius dan ekspolitatif.

Meskipun Trump bukan presiden AS yang harus melalui dakwaan pemakzulan, tetapi presiden AS satu ini pernah terlibat beberapa kontroversi besar lainnya dari awal menjabat hingga kini di ujung pemerintahannya sebelum memasuki masa pilpres 2020.

Berikut ini adalah beberapa kontroversi Donald Trump selama menjabat sebagai Presiden AS.

1. Skandal dengan Rusia

Skandal Rusia adalah skandal paling serius dan palig kontroversial semasa kepemimpinan Trump. Hal itu melibatkan beberapa pihak-pihak penting selain presiden itu sendiri, yaitu dengan terlibatnya penasihat keamanan nasional dan direktur FBI.

Pada intinya skandal ini adalah tentang keamanan nasional dan integritas sistem pemungutan suara Amerika.

Disebutkan bahwa pemerintah asing dapat ikut campur dalam pemilihan presiden untuk membantu satu kandidat agar berhasil menang, dan hal itu adalah suatu pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Direktur Intelijen Nasional juga mengatakan “sangat percaya diri” bahwa pemerintah Rusia berusaha membantu memenangkan pemilihan presiden untuk Trump.

“Kami menilai Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan kampanye pengaruh pada 2016 yang ditujukan untuk pemilihan presiden AS,” ucap Direktur Intelijen Nasional yang dikutip dari thoughtco.

2. Pemecatan Terhadap Mantan Direktur FBI

Trump memecat Direktur FBI James Comey pada Mei 2017 dan menyalahkan pejabat senior Departemen Kehakiman atas tindakan tersebut.

“FBI berada dalam kekacauan total, karena kepemimpinan Comey yang buruk dan cara dia menangani penyelidikan penggunaan server pribadi Hillary Clinton untuk mengirim beberapa email pemerintah,” ucap Trump di akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump pada tanggal 12 Januari 2019.

Dalam skandal ini, James Copey selaku mantan Direktur FBI dipecat karena meretas akun email seorang partisan. Cara James Copey dalam menangani penyelidikan adalah dengan penggunaan server pribadi Hillary Clinton untuk mengirim beberapa email pemerintah.

3. Pengunduran Diri Michael Flynn Sebagai Penasihat Keamanan Nasional

Letnan Jenderal Michael Flynn direkomendasikan oleh Trump untuk menjadi penasihat keamanan nasionalnya pada November 2016, beberapa hari setelah pemilihan presiden.

Ia kemudian mengundurkan diri dari jabatannya setelah hanya 24 hari di pekerjaan, pada Februari 2017 setelah The Washington Post melaporkan bahwa dia berbohong kepada Wakil Presiden, Mike Pence dan pejabat Gedung Putih lainnya tentang pertemuannya dengan duta besar Rusia untuk Amerika Serikat.

Tidak lama dari itu, Presiden AS Donald Trump meminta Michael Flynn mengundurkan diri, sebab Trump telah kehilangan kepercayaan terhadap penasihat keamanan tersebut.

Flynn dikabarkan telah menyesatkan Wakil Presiden, Mike Pence terkait pembicaraannya dengan Duta Besar Rusia untuk AS.

4. Cara Berekspresi Trump di Twitter

Pejabat terpilih paling kuat di jagat raya Donald Trump, memiliki tim juru bicara bayaran, staf komunikasi, dan pro hubungan masyarakat yang bekerja untuk menyusun pesan yang datang dari Gedung Putih. Namun, bagaimana Donald Trump memilih untuk berbicara dengan rakyat Amerika? Tentu saja melalui akun Twitternya.

Akan tetapi, dalam pemanfaatannya, Trump tidak memilah filter antara pikiran, ide, dan emosi ketika berekspresi di Twitter.

Trump menggunakan tweet untuk mengolok-olok para pemimpin asing di masa-masa krisis, menindas musuh politiknya di Kongres dan bahkan menuduh Obama yang dianggap telah mengganggunya di Trump Tower.

Contohnya, Trump pernah menggunakan Twitter untuk menyerang Walikota London Sadiq Khan tak lama setelah serangan teroris pada 2017

“Setidaknya 7 orang tewas dan 48 lainnya cedera dalam serangan teror dan Walikota London mengatakan tidak ada alasan untuk khawatir!” Tulis Trump di Twitter pribadinya @realDonaldTrump pada tanggal 4 Juni 2017. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.