Kamis, 4 Maret 21

Reskrim Polda Metro Amankan Pelaku Perdagangan Satwa Lindungi

Reskrim Polda Metro Amankan Pelaku Perdagangan Satwa Lindungi
* Unit II Subdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap praktik kejahatan perdagangan satwa dilindungi. (Foto: wa)

Jakarta, Obsessionnews – Unit II Subdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap praktik kejahatan perdagangan satwa dilindungi. Dari pengungkapan tersebut polisi mengamankan satu orang tersangka yang berinisial
YI,

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisarisi Besar Yusri Yunus, Kamis (28/1/2021) kepada wartawan di Aula Satya Haprabu Ditreskrimum PMJ menyampaikan, tersangka YI dalam melakukan aksinya yaitu memperdagangkan satwa dilindungi telah menjual satwa jenis Owa Jawa, Elang Jawa, Rangkong, Kakatua Jambul Kuning, Kucing Hutan.

Semuanya didapat dari komunitas di Facebook dan tersangka melakukan komunikasi dengan pemilik barang dengan melalui whatsapp dan dikirim dengan menggunakan jasa kurir, dari hasil penjualan tersebut tersangka mendapatkan keuntungan sebesar Rp1.000.000,- (satu juta rupiah) sampai dengan Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).

Untuk kronologis perdagangan satwa dilindungi , Yusri menjelaskan, berawal adanya informasi dari masyarakat, pada hari Selasa 19 Januari 2021 sekitar pukul 11.00 WIB, anggota unit II Subdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya dipimpin Kompol Hannry PH Tambunan melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana perdagangan satwa dilindungi.

Didapat informasi bahwa sebuah kios burung pasar Sukatani, Kabupaten Bekasi telah melakukan perdagangan satwa dilindungi kemudian tim bergerak melakukan pemeriksaan dan di TKP didapatkan barang bukti satwa dilindungi berupa satu ekor orang utan, tiga ekor beo Nias (Gracula robusta) dan tiga ekor Lutung Jawa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pemilik usaha kios burung adalah YI dalam menjalankan usaha perdagangan satwa dilindungi sejak bulan Agustus 2020 untuk menyamarkan kegiatannya YI juga menjual burung dan hewan tidak dilindungi.

Tersangka di kenakan Pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a UU RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.