Jumat, 17 September 21

Reshuffle Harus Bebas Intervensi Partai

Reshuffle Harus Bebas Intervensi Partai

Padang, Obsessionnews – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo perlu melakukan pergantian kabinet (reshuffle) yang lebih kompak, solid dan kredibel dan yang penting bagaimana menyelamatkan bangsa Indonesia sekaligus menumbuhkan optimisme bangsa ke arah yang lebih baik.

“Saya menganggap, reshuffle penting. Karena bagaimanapun setelah setahun pemerintahan ini perlu penyegaran. Tapi yang penting buat saya, supaya diberikan keleluasaan yang penuh kepada presiden memilih menterinya dan harus bebas dari pengaruh partai dan non partai,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman di sela-sela acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, kabupaten/kota dan tokoh-tokoh masyarakat se Sumbar di salah satu hotel di Kota Padang, Selasa (7/7).

Irman Gusman meminta kepada semua pihak dapat menerima siapapun menteri yang akan ditunjuk pada saat reshuffle kabinet yang direncanakan presiden dilaksanakan setelah lebaran 1436 Hijriah.

“Sekarang kita harus ikhlas semua. Siapapun yang ditunjuk yang bisa memperkuat tim kabinet kerja ini, apakah dari partai atau tidak, tidak perlu lagi dipersoalkan,” kata Irman.

Menurut Irman, apabila semua pihak terfokus pada persoalan menteri siapa yang akan dipakai presiden, akan merugi sendiri, sebab tantangan yang dihadapi akan semakin berat. Adalah lebih baik semua kekuatan yang dimiliki bangsa ini bersatu untuk memajukan bangsa ke depan.

Irman Gusman di Padang2

Secara pribadi, bagi Irman Gusman tidak ada masalah presiden melakukan reshuffle kabinet, karena hal itu merupakan hak proregatif penuh presiden. Tidak masanya lagi mendikotomikan calon menteri yang ditunjuk presiden berasal dari mana.

“Ya reshuffle itu hak presdien, gak ada masalah. Siapapun yang diganti dan mau diganti, yang penting bagaimana kinerja dari pemerintah Jokowi ini bisa berjalan dengan baik,” sebut Irman.

Jadi menurut saya, beliau laksanakan sesuai dengan hak proregatifnya. Siapa yang dipilih jadi menteri

“Tidak perlu lagi dikotomikan, apakah partai atai tidak partai. Sekrang yang penting bagaimana menyelamtkan bangsa Indonesia. Bagaimana optimisme bangsa ini untuk bisa lebih baik. Jadi jangan beliau terganggu akibat hitung-hitungan berapa menteri dari partai. Kalau beliau menganggap orang partai lebih bagus silahkan. Kalau beliau juga mengambil orang dari non partai, juga ngak ada masalah. Begitu mereka jadi menteri perioritas utama yang didahulukan adalah kepentingan negara,” kata Irman Gusman.

Diketahui, Presiden RI, Joko Widodo dalam waktu dekat akan merombak kabinet. Perombakan kabinet kerja akan dilaksanakan setelah lepas lebaran 1436 H. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.