Selasa, 29 September 20

Reseller vs Dropshipper

Reseller vs Dropshipper
* Dewi Tenty Septi Artiany. (Foto: Fikar Azmi/Obsession News)

Oleh: Dewi Tenty Septi Artiany, Notaris dan Pemerhati Koperasi

MASA pandemi Covid-19 menimbulkan efek meningkatnya perdagangan melalui media online. Seiring dengan kegiatan ini istilah reseller dan dropshipper pun kini marak dan mudah ditemui khususnya di media sosial.

Sepintas masyarakat melihat kedua istilah itu sama, yaitu sama-sama menggeluti kegiatan usaha menjual barang yang tidak diproduksi sendiri oleh penjual seller. Padahal sebenarnya kedua istilah itu memiliki arti yang berbeda.

Reseller dan dropshipper adalah cara berdagang yang biasa dipakai dalam bisnis online atau online shop.

Drop shipper merupakan suatu metode penjualan yang memungkinkan pelaku usaha ataupun si pemilik barang tidak menyimpan stok barang yang ingin dijual. Ketika ada pembeli yang datang dan memesan barang, dropshipper bisa langsung memesannya ke supplier dan meminta supplier barang untuk mengirimkan barang secara langsung ke konsumen/pemesan.

Berbeda dengan reseller, bisnis reseller mirip dengan sistem bisnis konvensional namun dengan cara menggunakan media online.

Bila pada sistem konvesional kita harus hadir secara fisik untuk keperluan stocking dan hal lainnya, dengan sistem reseller bisa menjalankan ini secara online saja.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.