Rabu, 2 Desember 20

Reseller Produktif Kunci Utama UMKM Tingkatkan Usahanya

Reseller Produktif Kunci Utama UMKM Tingkatkan Usahanya
* Moderator webinar ‘reseller produktif, Cara Jitu di Era New Normal’ dan sekaligus ketua bidang hubungan antar lembaga pada Perkumpulan Bumi Alumni Dr. Dewi Tenty. (Foto: layar tangkap/Kapoy/Obsessionnews))

Jakarta, Obsessionnews.com – Direktorat Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja RI bersama Perkumpulan Bumi Alumni yang mewadahi Komunitas UMKM Alumni Universitas Padjajaran (UNPAD) menggelar webinar dengan tema ‘reseller produktif, Cara Jitu di Era New Normal’ pada Jumat (23/10/2020).

Webinar ini diselenggarakan untuk memberikan input kepada para pelaku bisnis UMKM dan para korban pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk meningkatkan usahanya.

Kerja sama ini menghadirkan Direktur Bina Produktivitas Kemenaker Fahrurozi SH MA sebagai pembuka kegiatan. Selain itu, dihadirkan tiga narasumber yakni Instruktur Produktivitas P3D Kemnaker Sukron Munawar, Creativpreneur Sigit Sulistianto, dan Owner Bandeng Isi MRB Jarot Medyandoko. Jalannya webinar kali ini dipandu oleh Inisiator UMKM Alumni Unpad Dr. Dewi Tenty SH MH Mkn.

Dalam kesempatan itu, moderator dan sekaligus ketua bidang hubungan antar lembaga pada Perkumpulan Bumi Alumni Dr. Dewi Tenty mengatakan, pandemi mengakibatkan banyaknya pengangguran, tercatat lebih dari 1,9 juta korban PHK.

“Hilangnya mata pencaharian tentunya tidak harus membuat orang menjadi diam, harus tetap bisa beraktivitas untuk menjaga kesinambungan kehidupan,” ujar Dewi.

Menurutnya, bukan hal yang mudah untuk mengubah kebiasaan, dari seorang pegawai menjadi entreprenuer butuh waktu dan skill. Oleh karenanya salah satu solusi yang ditawarkan adalah menjadi reseller dari suatu produk UMKM.

“Banyak hal yang bisa di pelajari dan di dapat dari menjadi seorang reseller selain mendapatkan pendapatan atau income juga bisa meluaskan jejaring pasar dan seorang reseller yang sukses terkadang memiliki omzet melebihi produsennya sendiri,” ungkapnya.

Dia menambahkan, simbiosis mutualisme juga terjadi di sini dengan adanya reseller produsen mendapatkan perluasan pasar yang akhirnya bisa meningkatkan produktivitas dan bagi reseller sendiri akan dapat menambah income selain menambah knowladge tentang produk itu sendiri.

“Bangga berproduksi, bangga ber reseller menjadi satu landasan bagi produk UMKM yang suistainable,” ujar dewi.

Sementara itu, data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, saat ini total pekerja yang terdampak PHK maupun dirumahkan berjumlah 3,5 juta orang. Jika ditambah dengan 6,8 juta tingkat pengangguran terbuka, totalnya mencapai 10,3 juta orang.

Fahrurozi mengatakan, pada era new normal, perekonomian juga terdampak begitu besar karena masih banyak hal yang tidak bisa berjalan normal seperti biasa.

“Banyak yang kehilangan pekerjaan dalam sekejap hingga akhirnya tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan primer sekalipun,” kata Fahrurozi.

Untuk memulihkan perekonomian, meningkatkan taraf hidup, serta menyejahterakan masyarakat, tenaga kerja atau korban PHK, Kemnaker pun memberi solusi yaitu menjadi reseller produktif. Dengan cara tersebut, tenaga kerja atau para korban PHK dapat meningkatkan produktivitas sekaligus juga berdampak baik pada pemulihan perekonomian.

“Aktivitas reseller produktif dapat menjadi salah satu solusi penanggulangan pengangguran dan peningkatan produktivitas,” ucapnya.

Kemudian Sukron menyatakan, peningkatan produktivitas dari pelaku UMKM juga bisa mengatasi masalah pengangguran di masa pandemi Covid-19. Sebab peningkatan produktivitas otomatis meningkatkan pendapatan dan menambah jumlah karyawan.

“Dan pelaku UMKM yang produktif akan meningkatkan daya saing bangsa,” ujar Sukron.

Hal senada juga disampaikan oleh Sigit. Dia menyatakan, palaku UMKM perlu bekerja sama dengan reseller guna meningkatkan pendapatan, produktivitas, dan daya saing. Menurutnya, peran reseller sangat besar dalam menjembatani distribusi produk dari produsen ke konsumen. Pun reseller dapat memperluas jaringan pemasaran.

“Kenapa dibutuhkan reseller? Karena modal utama kita adalah waktu. Dengan adanya reseller kita bisa membagikan waktu, pemasaran, distribusi. Reseller juga menyediakan pasar,” kata Sigit.

Kemudian, lanjut Sigit, dengan adanya keterbatasan modal, kebayang kalau mendirikan perusahaan dari awal untuk sumber daya timnya, tapi dengan reseller sudah ada ratusan bahkan ribuan untuk memasarkan reseller.

“Makanya reseller akhir-akhir ini sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Supaya mendapat banyak reseller, kata Sigit, pelaku UMKM harus bisa menjaga kualitas produk dan memiliki kemasan yang menarik. Hal ini supaya reseller tertarik dan mudah menjual produknya.

“Jangan ngasih harga tinggi, kemasan harus tetap menarik untuk dijual dan isinya harus baik,” katanya.

Tak jauh berbeda dengan Jarot. Dia menyampaikan, pelaku UMKM tetap harus menjaga kualitas produk untuk menarik reseller.

Setelah banyak reseller yang tertarik, pelaku UMKM perlu membuat sistem untuk mengontrol mereka. Kontrol itu dibutuhkan supaya target penjualan bisa tercapai. Pun bentuk sistem itu harus membuat para reseller nyaman dan penuh suasana kekeluargaan.

“Sehingga diharapkan produktifitas dan daya saing UMKM bisa meningkat,” katanya.

Di samping itu, pelaku UMKM juga perlu menyampaikan informasi produk sedetail mungkin kepada reseller. Jangan sampai reseller tidak memiliki pengetahuan saat memasarkan produknya.

“Kalau reseller tidak memiliki pengetahuan yang baik dari produsen jangan berharap benar-benar dapat penghasilan lebih,” katanya.

Kemudian supaya para reseller tetap loyal, pelaku UMKM harus memberikan komisi penjualan yang adil bagi para reseller. Jarot menyarankan komisi yang diberikan adalah Rp10.000 per produk.  Karena biasanya para reseller ini punya reseller-reseller lagi di bawahnya.

“Pembangianya nanti dia yang ngatur sendiri. Kalau terlalu kecil nanti dia ga mau lagi sama kita. Dia akan pindah ke produsen lain,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kolaborasi antara Direktorat Bina Produktivitas Kemnaker dengan Perkumpulan Bumi Alumni merupakan kerja sama yang sekian kalinya dalam mendukung pengembangan UMKM alumni Unpad.

Perkumpulan Bumi alumni adalah komunitas Alumni Unpad yang mengembangkan jiwa kewirausahaan untuk kemandirian finansial dibawah pimpinan Dr. Ary Zulfikar SH MH selaku Ketua Umum.  Komunitas ini juga akan mengembangkan kekuatan jaringan melalui plaftorm digital. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.