Rabu, 20 Oktober 21

Rerie Yakin Perempuan Indonesia Mampu Berperan Tentukan Arah Kebijakan Bangsa ke Depan  

Rerie Yakin Perempuan Indonesia Mampu Berperan Tentukan Arah Kebijakan Bangsa ke Depan   
* Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie. (Foto: mpr.go.id)

Jakarta, obsessionnews.com – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, mengatakan, kontribusi perempuan di sektor politik adalah sebuah keharusan. Karena itu perempuan Indonesia harus bergerak bersama melampaui sekat-sekat politik, sosial dan budaya untuk membangun sisterhood dalam mewujudkan cita-cita bersama.

 

Baca juga:

Disertasi Rara Lestari Moerdijat Dapat Apresiasi dari Tim Penguji

Ini Gelar Baru Rara Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Ki Hadjar Dewantara Bangsawan, Namun Memiilih Menjadi Orang Biasa

Lestari Moerdijat Gaungkan Semangat Kartini di Masa Pandemi

 

“Di atas pondasi kebangsaan, para perempuan harus mampu berjuang bersama untuk mewujudkan Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh di masa depan,” kata Rerie saat membuka Seminar Nasional MPR RI-KPPI secara daring yang bertema “Kontribusi Perempuan Politik Dalam Mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” di Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/9/2021).

 

Dikutip obsessionnews.com dari situs resmi MPR RI dalam kesempatan itu Rerie menegaskan, lewat kiprah di bidang politik para perempuan bisa ikut dan mampu mewarnai pencapaian dari berbagai proses pembangunan di negeri ini.

Karena itu, katanya, para perempuan Indonesia harus memperbaharui tekad untuk mewujudkan 30% perempuan berkiprah di parlemen pada 2024. Sebab politik kehadiran itu penting dalam sebuah proses melahirkan suatu kebijakan.

Anggota Mahkamah Tinggi Partai NasDem itu menjelaskan, bukan sekadar memenuhi kuota atau menjalankan politik praktis semata, tetapi untuk bersatu menyuarakan kepentingan bersama dalam proses mewujudkan Indonesia Emas pada 2045.

Namun, dia mengakui perempuan di era ini masih di pandang sebelah mata oleh masyarakat, lewat praktik subordinasi dan pembatasan ruang untuk berkontribusi bagi perempuan di sejumlah bidang.

Padahal, ujarnya, Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 5 menegaskan negeri ini berkomitmen untuk mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan, yang mengandung nilai-nilai keadilan.

Menurut Rerie, peran perempuan di bidang politik harus menciptakan kontribusi nilai-nilai dan manfaat bagi perempuan dan lingkungannya sendiri.

Dia menuturkan, di era digitalterbuka peluang yang besar bagi perempuan untuk berkontribusi lebih luas lewat penyampaian nilai-nilai dan pandangannya dalam berbagai bidang kepada masyarakat.

Karena, ujarnya, tanpa kesamaan pemahaman dari masyarakat terkait peningkatan peran perempuan di bidang politik, upaya para perempuan berkonstibusi lebih luas di berbagai bidang akan menghadapi hambatan.

Tetapi, Rerie yakin perempuan Indonesia mampu berperan lebih luas dalam menentukan arah kebijakan bangsa ke depan. Karena sejarah membuktikan perempuan-perempuan di nusantara mampu mengambil peran penting dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan dari para penjajah. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.