Sabtu, 25 September 21

Rentenir Marak di Bandung, Ridwan Kamil Luncurkan Kredit Melati

Rentenir Marak di Bandung, Ridwan Kamil Luncurkan Kredit Melati

Bandung, Obsessionnews – Rentenir Marak di Bandung, Ridwan Kamil Luncurkan Kredit Melati. Peluncuran Kredit Melati (Melawan Rentenir) tersebut menurut Walikota Bandung Ridwan Kamil, Rabu (13/5)sebagai upaya mempersempit ruang gerak rentenir dan membantu masyarakat pengusaha dalam meningkatkan modal. Peluncuran berlangsung di   Trade Mall Jalan Kiaracondong, Cicadas Bandung.

Ridwan Kamil bersama Dirut PD BPR Bandung Acep Heri Suhana juga memberikan buku tabungan kepada para perwakilan pelaku UMKM di Bandung yang dilanjutkan penandatangan akta kredit melati oleh UMKM kelompok Melati Arjuna 1, Melati Binong 1, Dungus Cariang 1 dan perwakilan PKL di Monumen Perjuangan Jawa Barat.

“Sasaran kredit Melati sendiri meliputi usaha mikro perdagangan, mikro bidang jasa dan mikro industri rumah tangga,” ujar Emil. Kredit dilakukan  perorangan atau kelompok, sementar untuk kredit kelompok minimal lima orang dan maksimal sepuluh orang. Jumlah kredit melati mulai Rp. 500 ribu- Rp. 30 juta   akan disesuaikan dengan kebutuhan dana dan jaminan yang diberikan.

Menurut Emil Pemkot Bandung sesuai Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RJPMD) mengentaskan kemiskinan dan mensukseskan wirausaha. “Bandung itu kan kota dagang kita motivasi orang banyak untuk berbisnis  dan berwirausaha,” kata Walikota Bandung.

Emil juga menyoroti kelompok masyarakat menengah bawah yang paling rentan karena tingkat pendidikan dan aksesibilitas sehingga mudah diperdaya rentenir.

“Sepertinya rentenir itu mudah padahal menjerat dan  akibatnya hidup mereka tidak tenang dan tidak ada perubahan, seolah-olah berusaha tapi tidak ada peningkatan kesejahteraan, nah karenanya kita lawan,” tandas Emil.
Menurut Emil marketing dari tim kredit melati sistem kerjanya seperti rentenir yaitu mobile, bergerak berjalan kaki.

Ia menjelaskan kredit melati  tanpa bunga hanya biaya administrasi untuk gaji pegawai yang berkerja di program melati ini.             Kredit harus bisa cair dalam satu hari dengan persyaratan lengkap.                 “Saya sudah titip ke seluruh tim penggerak PKK dan para  Camat untuk  mempromosikan program ini,” tandasnya.                Emil mempersilahkan para Ibu yang mem buka warung untuk menambah keuangan keluarga.         Sehingga sejahtera, supaya jangan terlalu banyak Surat  Keterangan Tidak Mampu (SKTM) lagi karena tidak ada mekanisme ekonominya.

Kredit melati ini akan melengkapi dua konsep lanjutan yang setelah program ini akan digarap adalah pasar-pasar tematik dan satu kampung satu produk.          Pasar tematik akan butuh waktu tiga tahun sedangkan satu kampung satu produk sedang disiapkan dalam dua atau tiga bulan mendatang.

“Dalam satu RW mengerjakan produk yang laku oleh para wisatawan, mau gantungan kunci, jilbab itu terserah. Ini APBD Bandung yang dititipkan ke DPR sebagai permodalan,” tutupnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.