Minggu, 1 November 20

Reni Marlinawati Pejuang Pendidikan dan Pengawal RUU Pesantren

Reni Marlinawati Pejuang Pendidikan dan Pengawal RUU Pesantren
* Almarhumah Dr. Hj. Reni Marlinawati.

Akibat kitab-kitabnya yang banyak mengecam Belanda, KH Rifa’i pun ditangkap. Beliau dibuang ke Menado. Di tempat pengasingan, Kyai Rifa’i terus berjuang bersama Kyai Mojo yang juga dibuang ke Menado, untuk menggaungkan perlawanan terhadap penjajah. Berkat jasa-jasanya, KH Rifai akhirnya mendapatkan gelar Pahlawan Nasional tahun 2009.

Dari gambaran di atas, kita mengetahui betapa besarnya jasa pondok pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Jika Ki Ripangi berjuang melalui pondok pesantren dengan pendidikan islamnya yang antikolonial di abad ke-19, beda lagi dengan perjuangan para ulama dalam menyusun UUD 45 di abad ke-20.

Saat itu, 18 Agustus 1945, di saat kondisi kritis, para ulama yang duduk di BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia) seperti KH Wahid Hasyim, KH Bagus Hadikusumo, dan Prof. Kasman Singodimejo yang mewakili Islam berani mencoret tujuh kata yang sangat terkenal (Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya) yang tertera dalam mukadimah UUD 45.

Wakil-wakil Kristen dan Katholik dari Indonesia Timur mengancam keluar dari NKRI jika “tujuh kata tersebut” tetap berada dalam mukadimah UUD 45. Dengan legowo, wakil-wakil Islam akhirnya mencoret tujuh kata tersebut. Ini sebuah ijtihad besar umat Islam dalam membangun NKRI.

Dari sanalah kita memahami kenapa pondok pesantren punya peran besar dalam mengusir penjajah Belanda dan menegakkan NKRI. Tapi sayang, selama Indonesia merdeka, justru pendidikan pesantren dianaktirikan. Itulah sebabnya PPP berjuang keras untuk mengusung RUU Pesantren di Senayan. Reni Marlinawati adalah corong PPP yang tegas dan berani mengawal RUU Pesantren sampai gol.

Reni Marlinawati menjelaskan, dengan golnya RUU Pesantren ini, pertama, pemerintah secara de fakto mengakui eksistensi pendidikan pesantren yang telah berjasa besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan menegakkan NKRI.

Kedua, dengan adanya RUU Pesantren, akan banyak pondok pesantren di desa-desa yang mendapat perhatian pemerintah, baik dari soal hardware infrastruktur pelayanan pendidikan (gedung, ruang belajar, dan pendanaan rutin), maupun software pendidikan pesantren (guru berkualitas dan konsep-konsep pendidikan yang kompatibel dengan zaman).

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.