Minggu, 25 Oktober 20

Relawan Jokowi: PM Australia Hina Indonesia

Relawan Jokowi: PM  Australia Hina Indonesia

Jakarta, Obsessionnews – Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott telah menghina Bangsa Indonesia dengan mengaitkan bantuan tsunami 2004 dengan eksekusi terpidana narkoba “Bali Nine.” Bantuan adalah tsunami adalah soal kemanusiaan, dan eksekusi “Bali Nine” juga soal kemanusiaan, maka Australia seharusnya dukung eksekusi.

“Kami yakin pendapat Tony Abbott tidak mewakili aspirasi rakyat Australia. Apakah rakyat Australia mendukung kenyataan 50 orang Indonesia setiap hari tewas akibat narkoba?” kata Sihol Manullang, Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP), di Jakarta, Sabtu (21/2/2015).

Sihol mengatakan, rakyat Australia menyumbang korban tsunami, tentu dengan alasan kemanusiaan, kepedulian kepada sesama. Maka jika rakyat Australia juga peduli terhadap korban narkoba di Indonesia, seharusnya Australia turut mendukung eksekusi mati bandar narkoba.

“Logika Toni Abbott tidak konsisten. Menyumbang korban tsunami dengan alasan kemanusiaan, kemudian dengan alasan kemanusiaan pula menentang pemberantasan narkoba di Indonesia. Saya yakin, rakyat Australia tidak sependapat dengan Toni Abbott,” katanya.

Sementara itu, anggota BaraJP Australia, Brian Hardi mengatakan, suatu hal perlu diluruskan, narkoba “Bali Nine”  berasal dari Indonesia yang hendak dibawa ke Australia. “Jadi ada yang belum diungkap, dari mana asal narkoba tersebut,” kata Brian.

Brian Hardi mengungkapkan, pendapat sebagian orang di Australia sekarang ini, mengapa hukuman mati bukannya langsung dilaksanakan sesusah diputuskan pengadilan. Mengapa seperti sekarang, mereka sudah menjalani hukuman selama 10 tahun, baru dieksekusi.

Seperti diketahui, Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengungkit-ungkit bantuan yang pernah diberikan untuk Indonesia saat bencana tsunami 2004 lalu. Dia meminta Indonesia mengingat kebaikan tersebut dengan membatalkan eksekusi dua warga negaranya yang terlibat penyelundupan narkoba (“Bali Nine”).

“Ketika Indonesia dilanda tsunami, Australia memberi bantuan senilai satu miliar dolar. Kami mengirim pasukan angkatan darat dalam jumlah banyak untuk membantu Indonesia di bidang kemanusiaan,” kata Abbott seperti dilansir ABC Australia.

Abbott berharap Indonesia akan membalas kebaikan Australia dengan membatalkan eksekusi mati dua warganya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Sihol mengatakan, pemerintah Australia seharusnya mempertimbangkan 50 orang korban tewas setiap hari akibat narkoba. “Para pelaku ‘Bali Nine’ telah membangun basis transit narkoba di Indonesia, jadi tetap turut serta dalam ‘pembunuhan’ 50 orang per hari di Indonesia,” tukasnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.