Senin, 10 Agustus 20

Rektor Universitas Surabaya (UBAYA) Juniarto Parung

Rektor Universitas Surabaya (UBAYA) Juniarto Parung
* Foto: Men's Obsession

Prof. Ir. Joniarto Parung, MMBAT. Ph.D. merupakan salah satu pemimpin Perguruan Tinggi yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi. Sejak menjabat Rektor Universitas Surabaya (Ubaya) pada 2011, ia fokus mengembangkan nilai-nilai budaya untuk membangun jiwa nasionalisme di lingkungan Ubaya. Ia pun mampu membawa Ubaya semakin bersinar di dunia Pendidikan nasional dengan meraih pencapaian dan prestasi membanggakan.

Ya, dipercaya menjabat rektor selama dua periode (2011 – 2015 dan 2015 – 2019), pria yang pernah berkarier sebagai abdi negara sebagai Perwira TNI AD ini mampu menunjukkan kinerja cemerlang. Di bawah kepemimpinannya, Ubaya kini semakin dikenal dan dipercaya masyarakat. Belum lagi segudang prestasi yang diraih, baik dari Lembaga maupun para mahasiswa. Pada 2014 lalu, Ubaya meraih SNI (Standar Nasional Indonesia) Award dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) sebagai pemenang Industri Jasa Kategori besar, bersaing dengan Perguruan Tinggi dan industri jasa lainnya.

Kemudian pada 2015 – 2017, selama tiga tahun berturut-turut, Ubaya berhasil mempertahankan pencapaian tersebut, meraih SNI Award kategori ‘Gold’ dari BSN. Pada 2012, 2014 dan 2016 (setiap 2 tahun) Ubaya menerima penghargaan Indonesia Green Award kategori ‘Green Kampus’ dari La Tofi.

Pada tahun 2015 Ubaya memperoleh Akreditasi Institusi kategori A dari BAN PT. Sementara program studi yang memperoleh akreditasi A dalam waktu 5 tahun sudah ada sejumlah 16 dari sebelumnya yang hanya 6 program studi. Yang juga tak kalah membanggakan, Ubaya dinilai oleh Kemenristek Dikti sebagai salah satu dari 2 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik pada tahun 2016 dan 2017 yang sebelumnya 5 terbaik pada tahun 2015.

Ubaya juga menjadi satu-satunya PTS yang masuk 5 besar sebagai pemenang medali di olimpiade MIPA pada tahun 2016 lalu dan tahun 2018 ini. Prestasi mahasiswa Ubaya juga tak kalah membanggakan. Tercatat banyak mahasiswa yang berhasil meraih prestasi dari segala bidang, baik akademik maupun non akademik seperti seni dan olahraga, seperti, tenis meja, futsal, dan terutama basket.

Ubaya juga mengimplementasikan konsep ‘learning beyond the classroom’ yakni pembelajaran dan pendidikan yang tidak hanya dari dalam kelas, melainkan live in dari masyarakat, magang di industri, dan kompetensi antar mahasiswa baik dalam dan luar negeri, outbound, pengembangan minat, dan lainnya. Untuk itu, Ubaya telah menyediakan fasilitas outdoor ‘Integrated Outdoor Campus’ (IOC) yang terintegrasi untuk edukasi, wisata, konservasi alam, pengembangan budaya dan karakter dengan fasilitas lengkap Terkait negara tercinta Indonesia di usianya yang sudah ke-73 tahun ini, Joni memandang dunia Pendidikan Indonesia sudah mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi.

Namun menurutnya, masih ada beberapa kebijakan yang perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, serta khusus untuk Perguruan Tinggi, pemerintah perlu memperhatikan apa yang menjadi tantangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas outcome yang butuh Sumber Daya, sistem dan fasilitas yang jauh lebih baik tapi pembiayaannya harus mandiri, tanpa insentif yang memadai misalnya dalam hal pajak.

Joni juga berharap adanya integrasi yang baik antara kurikulum Pendidikan dari level Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi yang saling mendukung. “Kemudian fasilitas dari seluruh penduduk Indonesia dan kesenjangan Sumber Daya Manusia yang belum merata. Nah bagaimana mengurangi kesenjangan, ini yang menjadi tantangan 73 tahun kemerdekaan RI,” ungkap pengagum Daud Yusuf, tokoh Pendidikan nasional dan Marthin Luther King Jr., tokoh pejuang anti diskriminasi. (Suci)

 

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2018

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.