Kamis, 22 Oktober 20

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) – Joni Hermana

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) – Joni Hermana
* Joni Hermana.

Sebagai Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), ia sukses membawa ITS meraih berbagai penghargaan baik dari dalam dan luar negeri. Pria kelahiran Bandung, 18 Juni 1960 ini berkomitmen mempersiapkan kampusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) terbaik di Indonesia.


Sejak terpilih menjadi Rektor ITS periode 2015/2019, Joni menerapkan konsep transfer of value dalam proses pendidikan di ITS. “Saya memiliki misi ITS tidak hanya fokus pada transfer of knowledge, tapi juga transfer of value dengan membangun soft skills, yakni Emotional Quotient, Spiritual Quotient, Creativity Quotient, dan Adversity Quotient, ” tandas ayah empat anak ini.

 

Tak hanya itu untuk menciptakan generasi yang unggul, Joni pun menerapkan sistem pendidikan leading by example. “Saya ingin mereka punya jiwa leadership, entrepreneurship, dan akhlak yang bagus. Caranya pendidik harus bisa menjadi contoh,” urainya.

Beragam penghargaan telah ditorehkan ITS sepanjang 2016. “Mahasiswa kita menjuarai tidak kurang dari 620 kejuaraan baik nasional maupun internasional. Padahal target kita hanya 250,” akunya.

Di antaranya Peringkat 2 sebagai Univeritas Terhijau di Indonesia tahun 2016 – UI Green Metric World Ranking, Indonesia Green Awards 2016 kategori Green Campus, Mawapres Nasional Kategori Diploma tahun 2016 dan kategori Sarjana tahun 2015, Juara ke 3 dan 4 Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) tahun 2015 dan 2016, Peringkat 5 PT Terbaik Indonesia versi Kemenristekdikti tahun 2015, serta Peringkat 5 Keterbukaan Informasi Badan Publik oleh Presiden RI.

Perolehan terbaik kedua sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTNBLU) dalam pelaksanaan program kegiatan dan anggaran Semester II tahun Anggaran 2016 dari Menristek Dikti pada Januari lalu, serta Peringkat Protokol Terbaik 1 untuk Kategori PTN BH dari Kemenristekdikti ternyata belum cukup bagi Joni. Ia pun kini berkomitmen mempersiapkan kampusnya menjadi PTN BH terbaik di Indonesia.

“Jadi kita fokuskan pada dua hal, yakni memberikan kontribusi nasional dalam hal ini inovasi sains dan teknologi yang kita hasilkan betul-betul berdasarkan kebutuhan dan diaplikasikan untuk masyarakat, kedua mengangkat marwah Indonesia di level internasional melalui publikasi ilmiah,” paparnya.

Semuanya diawali dengan komitmen yang kuat dan fokus dalam memperbaiki aspek penilaian PTN BH terbaik. Aspek yang dinilai antara lain tingkat kepatuhan pelaporan kontrak, tingkat capaian kontrak kinerja, capaian realisasi BP PTN BH, capaian fisik dan anggaran output gaji dan tunjangan dari APBN yang dilaporkan dalam Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi (SIMonev) yang berbasis IT sehingga paperless dan cashless.

Fasilitas dan tunjangan yang dibutuhkan pun turut diperbaiki. “Strategi yang tidak kalah penting adalah mengubah perilaku dan pola pikir. Karena PTN BH berbeda dengan PTN BLU,” ungkap Joni.

Joni juga mewajibkan seluruh dosen agar melakukan publikasi. Sepanjang 2016, ITS memproduksi publikasi ilmiah internasional sekitar 704. “Sekarang ranking kita ke-5 untuk publikasi internasional se-Indonesia,” kata Joni.

Menutup pembicaraan, Joni menuturkan obsesinya, “Saya ingin menyelesaikan tugas saya sebaik-baiknya, husnul khotimah hingga 2019. Saya sudah membentuk sistem organisasi dan manajemen PTN BH secara baik, sehingga nanti siapa pun penerusnya tinggal menjalankan saja,” pungkasnya. (Gia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.