Sabtu, 4 Desember 21

Reklamasi Pulau G Dihentikan, APLN Bantah Langgar Aturan

Reklamasi Pulau G Dihentikan, APLN Bantah Langgar Aturan

Jakarta, Obsessionnews.com – Penghentian reklamasi Pulau G oleh Pemerintah membuat pihak PT AgungPodomoro Land Tbk (APLN) angkat bicara, pasalnya penghentian tersebut belum ada pemberitahuan resmi. Bahkan pihaknya juga belum menerima surat pencabutan ijin reklamasi yang dikeluarkan olehGubernur DKI melalui SK GubernurNo.2238 Tahun 2014.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli memutuskan pembatalan pembangunan Pulau G di lepas pantai Teluk Jakarta. Pemberhentian tersebut lantaran disebut melanggar aturan dengan kategori berat.

“Komite gabubang dan para menteri sepakat bahwa Pulau G masuk dalam pelanggaran berat, Ini juga mengganggu lalu lintas kapal nelayan,” kata Rizal di GedungBadan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Menanggapi pernyataan Rizal Ramli, pihak APLN akhirnya angkat bicara dengan mengadakan konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta Barat. Sabtu (2/6/2016). APLN sebagai induk PT Muara Wisesa Samudra (MWS) dan selaku pengembang pulau G membantah melakukan pelanggaran berat dalam mengerjakan proyek tersebut.

“Proyek Pulau G hanya salah satu dari hampir 40 proyek kami, kami sudah berpengalaman dan 40 tahun kami selalu profesional, kami keberatan dengan pernyataan Menko Rizal bahwa kami melakukan pelanggaran berat,” ungkap Cosmas, di Hotel Pullman, Jakarta Sabtu (27/6/2016).
Ia menuturkan secara teknissejakawaldimulainya design konstruksisampaipelaksanaanreklamasipulau G,telahmelibatkankonsultanahli yang telahdiakui di duniayaitu Royal Haskoning DHV, denganpengalamanlebihdari 135 tahun di berbagai Negara.

Selain itu, pembangunan pulau G juga dibantu oleh dua kontraktor yang sudah berpengalaman lebih dari 100 tahun yang bertaraf international. Yaitu Joint Operation Boskalis dan Van Oord (JOBVO). Salah satu proyek yang sukses ditangani oleh kontraktor ini adalah proyek pembuatan Palm Jumairah, Dubai.

Tak hanya itu, APLN juga menegaskan bahwa pihaknya sudah melaksanakan kajian yang menyeluruh. Sebelum pelaksanaan survey lapangantelahdilaksanakandenganberbagaimetode, meliputi batimetri, pinger dan soil test. Dari hasil survey tersebut tidak ditemukan kabel listrik, pipa gas dan atau benda-benda logam lainnya di dalamkonsensi area pulau G.

“Jarakantarapulau G danpipa gas milik PLN yang semulaberjarak 25m, setelahmelaluikajiandariPemerintah Daerah DKI, pulau G digeserkearahbaratsejauh 50 meter sehinggajarakantarapulaudanpipamenjadisemakinjauh (75 meter),” tuturnya.

Ia melanjutkan, bentukpulau G adalahhasilkajianparaahli, sehinggakeberadaanpulau G tidakmengganggujalurpelayarannelayan, dengandibuatkankanalselebar 300 meter.

erakhir, APLN menerangkan secara teknis sejakdijalankannya proses reklamasimaupunsejakkurang lebih 15 tahunsebelumnya, tidakditemukan biota laut di area perairanreklamasipulau G. Hal inidiperkuatdenganhasildari soil test yang dilakukanyaitu dasarlautterdiria taslumpur hitam yang menunjukkanbahwalautsudahterkontaminasiatau ‘Poluted’. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.