Rabu, 26 Januari 22

Breaking News
  • No items

Rekaman Habib Rizieq Tunda Kepulangan Diumumkan Lewat Telepon

Rekaman Habib Rizieq Tunda Kepulangan Diumumkan Lewat Telepon
* Habib Rizieq Syihab.

Tangerang – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengabarkan bahwa dirinya batal pulang ke Indonesia pada hari Rabu (21/2/2018), karena harus ditunda dulu. Kabar itu disampaikannya melalui sambungan telepon kepada jemaah di Masjid Baitul Amal.

“Akhirnya saya teruskan untuk istikarah mohon petunjuk Allah SWT, karena hanya Allah SWT yang Maha Tahu tentang apa yang terbaik dan terburuk untuk hamba-nya, walaupun saya senantiasa beritikad sekeluarga untuk pulang pada hari ini, untuk jaga-jaga jika di menit terakhir bisyarah sekeluarga bisa segera pulang. Namun sampai saat ini saya belum mendapatkan isyarah yang bagus, apalagi bisyarah yang menggembirakan,” ucap Habib Rizieq dalam rekaman pembicaraan melalui telepon yang diperdengarkan di Masjid Baitul Amal, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (21/2).

“Jadi, hari ini saya harus menunda dulu kepulangan saya,” tegas Imam Besar FPI.

Rizieq menegaskan, keputusan itu diambilnya melalui perenungan dan istikarah. Dia meminta agar umat Islam mendoakannya untuk bisa segera pulang ke Indonesia.

“Karena harus menunggu bisyarah sehingga pulang di waktu yang tepat dan saya akan tetap istikharah mohon petunjuk Allah SWT agar dapat bisyarah dan bisa. Jika seluruhnya sudah dapat keputusannya, maka saya sendiri yang akan mengumumkan kepada Umat Islam di Indonesia tentang kepulangan saya insyallah,” jelasnya.

“Karenanya, saya minta kepada segenap umat Islam untuk mendoakan saya sekeluarga untuk bermunajat kepada Allah memohon kepada Allah agar saya sekeluarga diizinkan oleh Allah SWT untuk segera kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat dan memetik kemenangan bersama umat Islam. Amin amin ya rabbal alamin,” tandas Rizieq. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.