Senin, 6 Juli 20

Rehabilitasi Korban Kekerasan Seksual Tidak Bisa Pulihkan 100 Persen

Rehabilitasi Korban Kekerasan Seksual Tidak Bisa Pulihkan 100 Persen
* ilustrasi

Jakarta, Obsessionnews – Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Organisasi dan Hukum, Kodrat Pramudho mengatakan, ancaman hukuman ‎dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Perlindungan Anak, memang tidak bisa menghapus kejahatan seksual.

Menurut Kodrat Perppu tersebut seharusnya memperkuat aspek rehabilitasi bagi korban agar bisa semangat menjalani hidup ditengah penderitaanya. Demikian juga rehabilitasi pelaku agar tersadar dan kembali ke jalan yang benar.

“Rehabilitasi itu perlu meski disadari tidak bisa mengembalikan kondisinya 100 persen dengan trauma yang ia alami,” kata Kak Kodrat, saat dihubungi, Kamis (26/5/2016).

Persoalan ini kata Kodrat menjadi tugas bersama, baik pemerintah, dinas kesehatan, sosial, keluarga, teman, sekolah, masyarakat dan termasuk anggota Pramuka. Kodrat menyerukan, Gerakan Pramuka harus ikut membantu rehabilitasi korban.

“Caranya dengan memberikan semangat, tidak membully atau menghina, kasih mereka kegiatan yang menghibur,” terangnya.

Sering kali, pihak perempuan justru malah disalahkan dengan adanya peristiwa tersebut, padahal mereka adalah korban. Bahkan ada sekolah yang tidak mau menerima mereka sebagai murid. Kak Kodrat menyayangkan hal itu terjadi.

“Apa yang bisa dilakukan oleh Gerakan Pramuka, mereka jangan diolok-olok jangan dikucilkan. Harus mendukung meringankan beban penderitaan korban,” jelasnya.

Diketahui, Perppu itu isinya memperberat sanksi bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak, yakni ancaman hukuman mati apabila korban mengalami luka berat, gangguan jiwa sampai kematian, dan pidana penjara minimal 10 tahun sampai maksimal 20 tahun

Perppu ini juga mengatur tiga sanksi tambahan, yakni kebiri kimiawi, pengumuman identitas ke publik, serta pemasangan alat deteksi elektronik atau chip.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.