Selasa, 25 Januari 22

Reformasi Mati Kutu, Saatnya Waspada Kebangkitan PKI

Reformasi Mati Kutu, Saatnya Waspada Kebangkitan PKI
* Presiden Soeharto menyampaikan pengunduran dirinya di Istana Negara, Kamis, 21 Mei 1998.

Jakarta, Obsessionnews –Mundurnya Presiden Soeharto dari jabatannya akibat gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa yang menuntut reformasi pada Kamis 21 Mei 1998 mengakhiri kekuasaannya selama 32 tahun. Dan berhentinya Soeharto sebagai orang nomor satu di Indonesia itu juga berarti berakhirnya era emas Orde Baru (Orba).

Kini era reformasi berusia 18 tahun. Hari ini berbagai elemen masyarakat merayakan reformasi di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Mantan Wakil Presiden Try  Sutrisno dan sejumlah tokoh bangsa aktif menyosialisasikan kewaspadaan terhadap bangkitnya PKI.
Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno (kedua dari kiri) dan sejumlah tokoh bangsa aktif menyosialisasikan kewaspadaan terhadap bangkitnya PKI.

Namun, Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) berpendapat reformasi mati kutu dan tak perlu dirayakan. “Yang perlu dirayakan adalah kewaspadaan pada kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), korupsi dan para inlander penjual bangsa sendiri,” Tri Joko Susilo, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Pimpinan Nasional (MPN) dalam keterangan tertulisnya kepada Obsessionnews, Sabtu (21/5/2016).

Sekjen Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) Tri Joko Susilo.
Sekjen Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) Tri Joko Susilo.

HMPI, ujarnya, bersama tokoh-tokoh bangsa seperti Ryamizard Ryacudu (Menteri Pertahanan) Tri Sutrisno (mantan wakil presiden) gencar menyosialisasikan kewaspadaan pada PKI.

Tri menegaskan beraninya komunis bangkit lagi di NKRI akibat arah bangsa ini tidak kembali pada nilai-nilai luhur kemurnian Pancasila dan UUD 1945.

“Rasa kemanusiaan hilang, persatuan terancam, kelaparan diciptakan, demokrasi kian liberal , keadilan hilang, dan antar elemen masyarakat saling mencaci dan menikam. Lalu hari ini pertanyaanya: siapa yang mau bertanggung jawab yang mengatasnamakan reformasi?” katanya. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Soeharto Tumbang, Golkar Masih Kokoh Berdiri

Golkar Kena ‘Kutukan’ Soeharto, Harus Kembali ke Trah Soeharto

18 Tahun Reformasi Gagal, Karena KKN Tidak Diberantas!

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.