Kamis, 27 Januari 22

Refleksi Tujuh Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo Dalam Pembangunan Industri Manufaktur

Refleksi Tujuh Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo Dalam Pembangunan Industri Manufaktur
* Industri manufaktur. (Foto: Humas Kemenperin)

Pemerintah juga tengah memacu proyek gasifikasi batubara yang merupakan industri pionir di Indonesia. Proyek gasifikasi batu bara yang tengah dipacu realisasinya meliputi pabrik coal to chemical di Tanjung Enim dan Kutai Timur dan pembangunan coal to methanol di Meulaboh, Aceh dengan nilai investasi sebesar US$ 560 juta yang akan mengolah 1,1 juta ton batubara menjadi metanol sebesar 600 ribu ton/tahun. Proyek gasifikasi batu bara ini didukung oleh ketersediaan sumber daya batubara yang melimpah. Cadangan batubara nasional mencapai 38,84 Miliar ton dan cadangan ini dapat bertahan hingga 2091 dengan laju produksi tahunan sebesar 600 juta ton. Proyek gasifikasi batu bara akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan karena akan mengakhiri tradisi penjualan komoditas mentah tanpa ada pengolahan dan nilai tambah.

 

Di sektor industri agro, Indonesia berhasil melakukan hilirisasi minyak sawit (CPO). Dalam kurun pemerintahan Jokowi, ekspor produk turunan kelapa sawit meningkat dari 20% pada 2010 ke 80% di tahun 2020. Peningkatan industri pengolahan kelapa sawit dan turunannya antara lain refinery dari 45 juta ton (2014) ke 64 juta ton (2019), oleofood dari 2,5 juta ton (2014) ke 2,75 juta ton (2019), biodiesel dari 7,2 juta ton (2014) ke 16 juta ton (2019), dan ragam produk hilir dari 126 produk (2014) menjadi 170 produk (2019).

 

Program pengembangan industri bahan bakar nabati juga terus dilaksanakan sepanjang tahun 2020 melalui Program B30, B40, B50, dan B100. Program Mandatory Biodiesel 30% (B30) telah berjalan dengan capaian lebih dari 94% dengan serapan Biodiesel FAME sebesar 8,46 Juta KL. Penghematan devisa yang dihasilkan dari pengurangan impor BBM Diesel adalah USD2,66 Miliar atau sekitar Rp. 38,31 Triliun. Program ini menyerap sekitar 10,2 Juta Ton CPO sebagai bahan baku dan berperan sebagai alat untuk demand management, menyerap oversupply produksi CPO dunia, dan mempertahankan harga CPO dunia, termasuk menjaga harga beli tandan buah segar di tingkat petani tetap tinggi. Dengan program B30, tercipta nilai tambah CPO sebesar Rp. 13,19 Triliun, penyerapan tenaga kerja dari sektor industri hilir dan hulu perkebunan sebesar 834.000 orang, dan pengurangan emisi gas rumah kaca setara CO2 sebesar 16,98 Juta ton.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.