Sabtu, 29 Januari 22

Refleksi Tujuh Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo Dalam Pembangunan Industri Manufaktur

Refleksi Tujuh Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo Dalam Pembangunan Industri Manufaktur
* Industri manufaktur. (Foto: Humas Kemenperin)

Satu tahun setelah kebijakan HGBT ini diimplementasikan, industri telah mampu menunjukkan kinerja yang cukup baik. Sebagai contoh, tercatat terjadi kenaikan ekspor produk keramik sekitar 25% dan ekspor produk oleokimia yang tercatat naik sekitar 26%. Pemberlakuan HGBT di beberapa pabrik Pupuk (Khususnya PT Pupuk Kujang) telah mengurangi HPP pupuk subsidi, sehingga turut mengurangi angka subsidi pupuk yang harus dikeluarkan oleh negara. Kebijakan HGBT juga telah terbukti meningkatkan kinerja dan daya tahan industri manufaktur terlebih di masa pandemi serta meminimalisasi pemutusan hubungan kerja. Dengan kebijakan HGBT, industri juga perlahan mulai menunjukkan pemulihan pada bulan Desember 2020. Di samping itu, kepercayaan diri pelaku industri untuk menambah investasi juga meningkat, dengan rencana investasi tercatat senilai Rp. 191 Triliun yang terbagi ke dalam 53 proyek. Dengan sekian manfaat nyata tersebut, Pemerintah berencana memperluas penerima manfaat kebijakan HGBT ke sektor-sektor industri lain. Kementerian Perindustrian juga telah mengajukan usulan penambahan 15 sektor baru penerima HGBT.

 

Peningkatan daya saing dan nilai tambah industri juga dilakukan melalui hilirisasi. Hilirisasi memiliki nilai tambah lain berupa peningkatan investasi dalam negeri, pembukaan lapangan kerja, dan penyerapan tenaga kerja. Salah satu wujud hilirisasi ini dapat dilihat pada program penumbuhan dan pengembangan industri smelter.  Penumbuhan dan pembangunan industri smelter logam sampai dengan Triwulan III tahun 2021 sudah mencapai 69 perusahaan (tahap operasi, kontruksi, dan feasibility study) dengan total investasi USD 51,43 Miliar (Rp. 731,58 Triliun) dengan serapan tenaga kerja langsung lebih dari 163.000 orang. Kapasitas smelter yang sudah  beroperasi antara lain, untuk nikel diperkirakan mencapai total 12,27 juta ton/ tahun; aluminium 6 juta ton/ tahun; tembaga 3,2 juta ton/ tahun; dan besi baja 18,98 juta ton/ tahun.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.