Sabtu, 29 Januari 22

Refleksi Tujuh Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo Dalam Pembangunan Industri Manufaktur

Refleksi Tujuh Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo Dalam Pembangunan Industri Manufaktur
* Industri manufaktur. (Foto: Humas Kemenperin)

Aspek penting dari upaya membangun Indonesia dari pinggiran dalam konteks pembangunan industri manufaktur adalah aspek keadilan yang mencakup pemerataan dan inklusivitas. Pembangunan Industri didorong untuk meningkatkan industri di luar pulau jawa. Berdasarkan data BPS, ada peningkatan jumlah industri besar dan sedang (IBS) di luar Jawa pada masa pemerintahan Jokowi. Sebagai gambaran, jumlah IBS naik dari 4,273 unit pada tahun 2014 ke 6.621 unit pada tahun 2016. Pertambahan jumlah IBS luar Jawa ini terbilang cukup signifikan bila dibandingkan dengan perkembangan IBS pada periode 2009-2014. Meski jumlah ini sedikit menyusut menjadi 5,626 unit pada tahun 2018, namun jumlah IBS luar Jawa yang bertahan masih lebih tinggi dari angka baseline tahun 2014.

 

Upaya pemerataan industri juga ditempuh melalui pengembangan kawasan industri di luar Jawa. Pada 7 tahun masa pemerintahan Jokowi, 8 (delapan) kawasan industri baru di luar Jawa telah berhasil dibangun dan beroperasi. Ini belum termasuk 4 (empat) kawasan industri yang sedang dalam tahap konstruksi dan 2 (dua) KI lainnya yang masih dalam tahap perencanaan. Sebagai dampak positif dari pembangunan kawasan industri di luar Jawa, kinerja ekspor pada wilayah-wilayah tersebut meningkat sangat pesat. Sebagai contoh, kinerja ekspor Provinsi Sulawesi Tengah naik 5 kali lipat kinerja ekspornya pada periode 2016-2020. Pada tahun 2016 ekspor provinsi ini hanya tercatat sebesar USD 1,5 Miliar, sedangkan pada tahun 2020 telah mencapai USD 7,5 Miliar.

 

Pemerintah juga melakukan pengembangan kawasan industri prioritas. Pada tahun 2020-2024, direncanakan pengembangan 19 kawasan industri prioritas, yaitu 9 (sembilan) di Pulau Sumatera, 6 (enam) di Pulau Kalimantan, 1 (satu) di Pulau Madura, 2 (dua) di Pulau Sulawesi dan Kepulauan Maluku, serta 1 (satu) di Pulau Papua. Kawasan industri tersebut antara lain berbasis industri agro, industri migas, industri logam, industri batubara, industri kedirgantaraan, dan industri lainnya.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.