Senin, 18 Januari 21

Realistis Langkah Anies Dekati FPI

Realistis Langkah Anies Dekati FPI
* Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri taklim bulanan di markas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pembela Islam (FPI), Jl Petamburan lll No. 17, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (1/1/2017). (Foto: Twitter @DPP_FPI)

Jakarta, Obsessionnews.com – Anies Baswedan melakukan terobosan besar untuk menarik perhatian umat Islam. Calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 yang berpasangan dengan Sandiaga Uno ini menghadiri acara taklim bulanan di markas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pembela Islam (FPI), Jl Petamburan III No. 17, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (1/1/2027). Anies memanfaatkan kesempatan tersebut  untuk  mengklarifikasi atas berbagai kesalahpahaman dan isu miring yang ditudingkan kepada dirinya.

Foto Anies yang sedang berpidato sambil berdiri dan di sampingnya, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, duduk sambil memandang dengan kagum, kini menjadi viral di dunia maya.

Pengamat politik dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam, menilai langkah Anies mengunjungi DPP FPI tersebut sebagai sebuah manuver kampanye Pilkada yang harus diambil olehnya. Pasalnya, dalam sejumlah hasil survei posisinya sampai hari ini masih belum mampu menggeser lawan-lawannya. Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Silvyana Murni masih tetap bertengger di posisi paling atas, sementara duet Ahok-Djarot masih juga belum mengalami pergeseran berarti, kendati menghadapi begitu banyak tekanan politik dari berbagai penjuru.

“Anies tampaknya mencoba bersikap realistis dan mencoba mendekati kantong suara pemilih Islam yang berada di bawah pengaruh Habib Rizieq. Sang Imam Besar FPI itu, dalam hitung-hitungan Anies, adalah salah satu tokoh yang kini menjadi pusat gravitasi politik massa Islam di Jakarta,” kata Hikam yang dikutip Obsessionnews.com dari blog The Hikam Forum, Selasa (3/1).

Hikam menambahkan, jika tokoh ‘kelas berat’ seperti Habib Rizieq tidak didekatinya, tentu akan menguntungkan Agus-Sylvi yang sudah ramai diberitakan media memiliki kedekatan dengan FPI.

Menurut Hikam, Anies tentunya telah menghitung risiko dari manuvernya. Sebagai seorang politisi yang sedang bertarung untuk menang di Pilkada, Anies bisa jadi tak lagi terlalu mempersoalkan citra yang selama ini dibangun dan menjadikannya seperti sekarang, termasuk idealisme yang selama ini menjadi acuannya.

Hikam mengungkapkan, politik adalah soal mobilisasi kekuatan, dan politik elektoral ditentukan di bilik suara. Anies tampaknya sedang menjalani sebuah proses perubahan, dari seorang aktivis cum politisi yang idealis menjadi seorang politisi yang realistis, kalau toh bukan pragmatis.

“Mungkin beliau sudah memaklumi bahwa di negeri ini, idealisme dan citra baik saja tak cukup. Kemampuan untuk merangkul sebanyak mungkin pendukung demi kemenangan di bilik suara menjadi tujuan yang lebih konkret,” kata Hikam.

Mantan Menteri Riset dan Teknologi ini menambahkan bisa jadi Anies beranggapan jika nanti sudah unggul, maka pencitraan akan mudah dicipta kembali. Kredo yang dipakai Anies adalah kemenangan memang bukan semuanya, tetapi hanya satu-satunya. Winning is not everything, but the only thing! Dan tentu saja Anies tahu benar akan risikonya. (arh)

Baca Juga:

Anies Baswedan Tegaskan Dirinya Bukan Syiah

Jika Terpilih Jadi Gubernur, Anies Akan Hentikan Reklamasi Pantai Jakarta

Ini Pesan Anies Baswedan Untuk Para Relawan

Anies-Sandi Berdayakan Perempuan Pelaku UKM

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.