Senin, 30 Januari 23

Realisasi Dana PEN Tinggal 1/3 Lagi

Realisasi Dana PEN Tinggal 1/3 Lagi
* Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satria (foto : Humas KemenkopUKM)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diluncurkan pemerintah untuk membantu koperasi dan UMKM terdampak pandemi Covid-19 terus berlangsung. Saat ini penyerapan dana PEN telah mencapai Rp87,083 triliun atau 70,37 persen dari total alokasi anggaran Rp123,46 triliun.

Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satria, mengatakan untuk realisasi Penyaluran Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro (Banpres Produktif) telah mencapai  realisasi 100 persen dengan nilai anggaran Rp28,8 triliun. Menurutnya pelaksanaan program PEN dilakukan oleh lintas sektoral dimana sebagian besar program ini justru dilaksanakan oleh perbankan dan lembaga pembiayaan yang langsung mendapat alokasi dari Kementerian Keuangan. Diantaranya dalam program penempatan dana di bank HIMBARA untuk restukturisasi kredit senilai Rp78,78 triliun.

Kemudian belanja imbal jasa penjaminan (IJP) senilai Rp5 triliun, penjaminan untuk modal kerja senilai Rp1 triliun. Selanjutnya pembebasan pajak PPh final yang ditanggung pemerintah senilai Rp2,4 triliun yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

“Ada dua tujuan utama digulirkannya program PEN, pertama membantu UMKM yang mengalami kesulitan dalam mencicil pembayaran pinjamannya baik ke perbankan maupun lembaga pembiayaan lainnya melalui restrukturisasi utang dan pemberian subsidi bunga. Kedua, menambah modal usaha bagi UMKM yang terdampak pandemi,” kata Eddy dalam keterangannya, Kamis (10/12).

Sementara itu untuk program subsidi bunga di luar KUR dan koperasi untuk kredit di lembaga pembiayaan dilaksanakan Kementerian Keuangan sebesar Rp27,197 triliun dan subsidi bunga pinjaman lembaga keuangan BUMN sebesar Rp2,371 triliun dilaksanakan Kementerian BUMN.

“Adapun total dana yang dikelola langsung Kementerian Koperasi dan UKM adalah sebesar Rp6,718 triliun,” kata Eddy.

Total dana tersebut, lanjutnya, mengambil proporsi 5,44 persen dari total dana PEN untuk koperasi dan UMKM dan digunakan untuk menjalankan program, yaitu Subdisi bunga KUR yang dialokasikan sebesar Rp4,967 triliun, subsidi Non KUR untuk Koperasi melalui BLU sebesar Rp751,7 miliar. Selanjutnya penempatan dana pada LPDB KUMKM sebesar Rp1 triliun untuk membantu likuiditas koperasi dalam masa pandemi Covid-19.

Lebih lanjut Eddy menjelaskan, semua tahapan dalam pelaksanaan program PEN diawasi dan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan Badan Pengawas Pembangunan dan Keuangan Republik Indonesia (BPKP RI) sejak bulan September 2020. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.