22 Tahun Transjakarta: Pelanggan Menjadi Motor Perubahan Transportasi Publik Jakarta

Obsessionnews.com — Dua puluh dua tahun sejak koridor pertama beroperasi, Transjakarta menandai perjalanannya bukan sekadar dengan capaian usia, melainkan dengan refleksi atas perubahan besar dalam wajah transportasi publik Jakarta. Sejak mulai melayani warga pada 15 Januari 2004, Transjakarta telah bertransformasi menjadi sistem angkutan massal yang menopang mobilitas lebih dari 1,4 juta penumpang setiap hari melalui 233 rute yang menjangkau Jakarta dan kawasan penyangga.
Di tengah dinamika kota yang terus berubah, Transjakarta menegaskan bahwa pelanggan adalah motor utama transformasi layanan. Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menyebut keberlanjutan perubahan yang terjadi tidak terlepas dari kritik, saran, dan kepercayaan masyarakat yang menggunakan layanan setiap hari. Menurutnya, transformasi Transjakarta tidak berhenti pada penambahan armada atau rute, tetapi pada komitmen untuk menghadirkan transportasi publik yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan warga perkotaan.
Perjalanan panjang Transjakarta turut membentuk budaya baru dalam bertransportasi. Sejak perluasan koridor pada pertengahan 2000-an, masyarakat Jakarta mulai beradaptasi dengan sistem transportasi massal yang menuntut kedisiplinan, keteraturan, dan kesadaran kolektif. Budaya antre dan berbagi ruang publik perlahan menjadi bagian dari keseharian, menjadikan transportasi umum sebagai ruang sosial yang mencerminkan keberagaman kota.
Dalam merespons tuntutan zaman, Transjakarta terus melakukan pembaruan layanan. Upaya menuju transportasi ramah lingkungan ditunjukkan melalui pengoperasian ratusan bus listrik yang kini melayani berbagai rute strategis. Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar menuju elektrifikasi penuh pada 2030, sejalan dengan upaya menekan emisi dan memperbaiki kualitas udara ibu kota.
Selain armada, wajah halte dan layanan digital juga menjadi fokus pembenahan. Revitalisasi halte diarahkan agar lebih nyaman dan aksesibel, terutama bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Di sisi lain, penguatan sistem digital melalui aplikasi Transjakarta dilakukan untuk mempermudah perencanaan perjalanan dan meningkatkan pengalaman pengguna, sekaligus menjawab tuntutan mobilitas perkotaan yang serba cepat.
Transformasi Transjakarta tidak lepas dari dukungan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui berbagai program kolaboratif, evaluasi layanan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Pendekatan ini dinilai penting agar kebijakan transportasi publik tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Memasuki usia ke-22 dan menyongsong Hari Ulang Tahun PT Transjakarta pada Maret mendatang, manajemen menegaskan komitmen untuk terus menjadikan pelanggan sebagai pusat perubahan. Setiap perjalanan warga dipandang sebagai bagian dari proses membangun transportasi publik yang lebih aman, manusiawi, dan berdaya saing global, di tengah tantangan kota metropolitan yang kian kompleks. (Ali)





























