Pemerintah Percepat Intervensi Transisi Pemulihan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatra

Obsessionnews.com - Pemerintah terus mempercepat intervensi pada fase transisi pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana banjir serta tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkah ini ditempuh untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan secara layak, sekaligus menggerakkan kembali roda sosial dan ekonomi di daerah yang sempat lumpuh akibat bencana.
Percepatan tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga dengan fokus pada sektor-sektor fundamental, mulai dari perumahan, pangan, pendidikan, kesehatan, hingga pemulihan penghidupan masyarakat. Upaya ini ditegaskan sebagai bagian dari strategi nasional agar proses pemulihan tidak berhenti pada respons darurat, melainkan berlanjut secara sistematis menuju rekonstruksi yang berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menekankan pentingnya percepatan penyaluran stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak, khususnya untuk kategori rusak sedang dan rusak berat. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Tingkat Menteri yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jumat (2/1/2026).
Menurut Pratikno, penyediaan hunian sementara (huntara) menjadi langkah awal yang krusial untuk menjamin keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Seiring itu, pemerintah mendorong agar stimulan perbaikan rumah dapat segera dimanfaatkan sehingga warga secara bertahap dapat kembali menempati hunian masing-masing dalam kondisi yang aman dan layak sebagai bagian dari tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Di sektor pertanian, pemerintah mempercepat perbaikan lahan pertanian yang terdampak bencana guna menjaga keberlanjutan produksi pangan. Selama masa transisi, bantuan beras juga disalurkan kepada masyarakat yang tinggal di huntara agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi hingga aktivitas pertanian kembali pulih.
Pemerintah turut memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting melalui kerja sama dengan BULOG dan ID FOOD. Komoditas utama seperti beras, tepung terigu, gula, dan minyak goreng disalurkan ke pedagang eceran di pasar rakyat terdampak bencana, didukung sarana distribusi yang memadai untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga.
Di bidang pendidikan, penyaluran tunjangan khusus bagi guru-guru di sekolah terdampak menjadi prioritas, bersamaan dengan percepatan pemulihan sarana dan prasarana pendidikan. Sekolah yang mengalami kerusakan berat hingga total menjadi perhatian utama agar kegiatan belajar-mengajar dapat kembali berlangsung secara aman dan layak.
Pemulihan layanan kesehatan juga menjadi fokus utama dalam fase transisi ini. Pemerintah memprioritaskan penyelamatan serta pemulihan fungsi rumah sakit, disusul dengan percepatan pemulihan puskesmas agar layanan kesehatan dasar kembali beroperasi secara optimal. Seluruh rumah sakit umum daerah di wilayah terdampak dilaporkan telah kembali berfungsi, disertai mobilisasi relawan ke wilayah terisolasi dan penguatan operasional ambulans untuk mendukung penanganan darurat.
Dampak bencana terhadap nelayan dan sektor kelautan turut menjadi perhatian. Kerusakan sarana penangkapan dan terganggunya aktivitas melaut mendorong pemerintah melakukan pendataan serta menyiapkan langkah-langkah pemulihan agar nelayan dapat kembali menjalankan mata pencaharian secara bertahap melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi sektor kelautan dan perikanan.
Untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, pemerintah membentuk posko-posko UMKM sebagai bagian dari upaya mengaktifkan kembali kegiatan usaha dan produksi. Pemerintah juga memastikan akses pembiayaan serta akses pasar bagi pelaku UMKM yang masih berproduksi, dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah, BUMN, serta sektor swasta.
Pratikno menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak semata-mata bertujuan mengembalikan kondisi fisik, melainkan juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. “Bukan hanya mengembalikan warga ke huniannya masing-masing, tetapi juga menghidupkan kembali ekonomi daerah. Bukan hanya dari sisi pasokan, tetapi juga permintaan, agar ekonomi lokal kembali bergerak dan masyarakat bisa bangkit,” ujarnya.
Ia menambahkan, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra merupakan pekerjaan bersama yang terus dijembatani oleh pemerintah pusat. “Ini menjadi pekerjaan rumah kita ke depan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bekerja tanpa henti mempercepat pemulihan dampak bencana. Tidak hanya memulihkan, tetapi membangun Sumatra menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, di antaranya Muhaimin Iskandar, Andi Amran Sulaiman, Budi Gunadi Sadikin, Saifullah Yusuf, serta Kepala BNPB Suharyanto, bersama jajaran wakil menteri dan perwakilan kementerian/lembaga terkait. (Ali)





























