Sinergi Genjot Ekspor ke Korea Selatan, 12 Perusahaan Furnitur Indonesia Tampil di Korea International Furniture and Interior Fair (KOFURN) 2025

Sinergi Genjot Ekspor ke Korea Selatan, 12 Perusahaan Furnitur Indonesia Tampil di Korea International Furniture and Interior Fair (KOFURN) 2025
12 Perusahaan Furnitur Indonesia Tampil di KOFURN 2025 (Foto Dok. Humas Kemendag)

Obsessionnews.com – Industri furnitur Indonesia kembali menorehkan langkah strategis di pasar internasional. Kali ini, sebanyak 12 perusahaan furnitur unggulan tanah air ambil bagian dalam pameran furnitur dan interior terbesar di Korea Selatan, Korea International Furniture and Interior Fair (KOFURN) 2025, yang digelar pada 28–31 Agustus di Kintex 2, Kota Goyang, Provinsi Gyeonggi. Keikutsertaan ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Perdagangan RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Atase Perdagangan RI di Seoul, serta Indonesia Eximbank.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa partisipasi Indonesia pada ajang KOFURN merupakan langkah penting untuk memperkenalkan desain, kualitas, dan keunggulan furnitur Indonesia kepada pasar global, khususnya Korea Selatan. Menurutnya, paviliun Indonesia hadir bukan sekadar sebagai etalase produk, melainkan sebagai wujud keseriusan pemerintah bersama pelaku usaha dalam memperluas jangkauan pasar ekspor.

“Partisipasi Paviliun Indonesia pada KOFURN 2025 merupakan upaya strategis untuk memperkenalkan produk-produk furnitur Indonesia yang berkualitas tinggi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia pada pasar furnitur di Korea Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Seoul, Ali Andika Wardhana, menyampaikan harapan besar terhadap keikutsertaan para perusahaan ini. Menurutnya, keberadaan paviliun Indonesia di tengah pameran internasional bergengsi seperti KOFURN dapat membuka peluang dagang yang lebih konkret dengan calon mitra bisnis, tidak hanya dari Korea Selatan tetapi juga dari berbagai negara lain yang hadir. “Kami harap perusahaan Indonesia dapat menjalin kerja sama konkret dan memperoleh kontrak dagang dengan mitra bisnis di Korea Selatan maupun mancanegara,” ungkapnya saat meresmikan Paviliun Indonesia.

Paviliun Indonesia tahun ini menempati area seluas 108 meter persegi, menampilkan beragam produk furnitur pilihan mulai dari furnitur kayu, kursi berlapis kain, hingga desain interior berbasis material ramah lingkungan. Produk-produk ini dikurasi oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional untuk mewakili kreativitas dan kualitas terbaik dari industri furnitur tanah air. Selain memamerkan produk, para peserta juga aktif mengikuti sesi business matching yang mempertemukan mereka dengan calon pembeli potensial dari Korea Selatan maupun negara lain di kawasan Asia Timur.

Bagi pelaku usaha, pengalaman ini menjadi kesempatan berharga. Yany Ariasih, pemilik CV Sorajati Dharma Biru, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam KOFURN 2025 merupakan momentum penting untuk memperkenalkan kreativitas furnitur Indonesia ke panggung global. Ia menilai pameran ini bukan hanya soal memamerkan produk, tetapi juga membangun jejaring, membuka peluang kontrak baru, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri furnitur dunia.

“Dukungan penuh dari KBRI Seoul, Kemendag, dan lembaga terkait memberikan semangat bagi pelaku usaha Indonesia untuk terus berinovasi. Kami harap keikutsertaan di KOFURN 2025 menjadi langkah nyata dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting di industri furnitur dunia,” katanya.

Kementerian Perdagangan juga menekankan pentingnya pemanfaatan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Korea atau Indonesia-Korea CEPA. Melalui skema ini, eksportir Indonesia bisa menikmati fasilitas penghapusan tarif hingga nol persen untuk berbagai produk yang masuk ke pasar Korea Selatan. Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, menyebut bahwa hal ini memberi keuntungan kompetitif bagi pelaku usaha Indonesia. “Eliminasi tarif hingga nol persen memberikan keuntungan tersendiri bagi eksportir Indonesia agar dapat menjual produk di Korea Selatan dengan harga yang kompetitif,” jelasnya dari Jakarta.

Senada dengan itu, Atase Perdagangan RI di Seoul, Roesfitawati, menegaskan bahwa furnitur Indonesia memiliki daya saing kuat, baik dari sisi desain, bahan baku, maupun keterampilan perajin. Ia optimistis bahwa produk Indonesia mampu bersaing di pasar Korea Selatan yang kian berkembang pesat.

“Furnitur Indonesia memiliki keunggulan dari sisi desain, bahan baku, dan keahlian perajin. Kami optimistis produk Indonesia mampu bersaing di pasar Korea Selatan yang potensial dan terus tumbuh,” tuturnya.

Data perdagangan menunjukkan peluang yang semakin terbuka lebar. Impor furnitur Korea Selatan dari dunia tercatat meningkat 36,12 persen dalam kurun waktu 2020–2024, dari USD 1,94 miliar menjadi USD 2,64 miliar. Indonesia kini menempati posisi keenam sebagai pemasok furnitur terbesar ke Korea Selatan setelah Tiongkok, Vietnam, Italia, Jerman, dan Amerika Serikat. Pada 2024, nilai ekspor furnitur Indonesia ke Korea Selatan mencapai USD 15,18 juta, sementara pada periode Januari–Juni 2025 nilainya sudah mencapai USD 6,34 juta.

Secara keseluruhan, hubungan dagang Indonesia dan Korea Selatan juga menunjukkan tren positif. Selama Januari hingga Juni 2025, ekspor Indonesia ke Korea Selatan tercatat USD 4,83 miliar, sedangkan impor mencapai USD 4,16 miliar. Indonesia berhasil membukukan surplus perdagangan sebesar USD 663,3 juta, dengan total nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 8,99 miliar.

Keikutsertaan Indonesia dalam KOFURN 2025 tidak hanya memperkuat kehadiran furnitur Indonesia di pasar Korea Selatan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar mendorong ekspor nonmigas yang berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, kerja sama diplomatik, serta pemanfaatan perjanjian dagang, furnitur Indonesia diharapkan mampu menembus pasar global dengan lebih luas dan menjadikan sektor ini sebagai salah satu penopang utama kinerja ekspor nasional.  (Ali)