Mendag Busan Ajak Mahasiswa Berwirausaha: Bangun Ekosistem Perdagangan dari Kampus

Obsessionnews.com — Suasana hangat memenuhi Auditorium Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, ketika Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) hadir memberikan kuliah umum bertajuk “Kebijakan Perdagangan Indonesia” di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, pada Selasa (26/8/2025). Dalam kesempatan itu, Mendag Busan menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam membangun ekosistem perdagangan nasional melalui jalur kewirausahaan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pemerintah mendorong agar mahasiswa tidak hanya siap diserap industri, tetapi juga berani mengambil langkah menjadi wirausaha. Ekosistem yang tumbuh dari mahasiswa berwirausaha akan memberikan dampak ekonomi langsung ke masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing bangsa di pasar global,” ujar Mendag Busan.
Kuliah umum ini juga dihadiri Rektor UPH Jonathan L. Parapak, serta pejabat Kementerian Perdagangan, di antaranya Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan. Mahasiswa tampak antusias mengikuti pemaparan, termasuk Jonathan, mahasiswa Jurusan Manajemen UPH, yang menyebut kuliah umum itu memberi perspektif baru. “Kondisi perdagangan Indonesia yang dipaparkan Pak Menteri membuat kami lebih paham tantangan global, termasuk kebijakan tarif Presiden Trump dan strategi Indonesia mengembangkan UMKM agar bisa bersaing,” kata Jonathan.

Mendag Busan menyinggung rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini baru mencapai 3,35 persen dari total angkatan kerja, atau sekitar 4,9 juta wirausahawan. Angka ini masih tertinggal dari Malaysia (4,74 persen), Singapura (8,76 persen), bahkan Amerika Serikat (12 persen). Untuk menuju status negara maju, Indonesia dituntut mencapai rasio minimal 4 persen.
Karena itu, ia mengapresiasi langkah UPH yang turut mempersiapkan lulusan tidak hanya sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai pengusaha baru. “Ruang untuk meningkatkan daya saing masih sangat terbuka. Dengan semangat kewirausahaan, mahasiswa tidak hanya membangun usaha, tetapi juga masa depan bangsa,” tegasnya.
Selain mendorong wirausaha muda, Mendag Busan juga memaparkan capaian perdagangan Indonesia. Pada tahun 2024, nilai ekspor Indonesia tercatat USD 266,53 miliar, dengan kontribusi nonmigas sebesar 94 persen atau USD 250,65 miliar. Dari total itu, 64 juta UMKM telah menyumbang 15,7 persen ekspor nasional. Angka tersebut diyakini masih bisa ditingkatkan dengan memperkuat kapasitas dan akses pasar UMKM ke mancanegara.
“Kemendag berkomitmen mendukung pengembangan kewirausahaan nasional. Targetnya, rasio kewirausahaan naik menjadi minimal 4 persen. Salah satu strategi yang kami dorong adalah pola waralaba, yang bisa dijalankan oleh anak-anak muda Indonesia dengan lebih mudah,” jelasnya.
Momen kuliah umum ini juga menjadi saksi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemendag dan UPH. Kesepakatan ditandatangani oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan, mewakili Sekjen Kemendag, dan Rektor UPH Jonathan L. Parapak, disaksikan langsung oleh Mendag Busan. Kerja sama berlaku selama lima tahun sejak penandatanganan pada 25 Agustus 2025.

Melalui kerja sama ini, Kemendag dan UPH bersepakat mengembangkan sejumlah program strategis, antara lain peningkatan sumber daya manusia di bidang perdagangan, penguatan kewirausahaan mahasiswa, serta dukungan terhadap UMKM kampus agar bisa naik kelas. “Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi ruang pembelajaran yang konkret. Kami ingin mahasiswa menjadi agen perubahan, pembawa inovasi, sekaligus pengantar produk lokal ke pasar internasional,” ujar Mendag Busan.
Rektor UPH, Jonathan L. Parapak, menegaskan bahwa sinergi dengan Kemendag selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat akan lebih optimal jika terhubung dengan dunia usaha, industri, dan pemerintah. Kami percaya mahasiswa memiliki potensi besar menjadi motor penggerak UMKM yang mampu bersaing di pasar global,” jelas Jonathan.
Antusiasme juga datang dari mahasiswa. Michael, mahasiswa Jurusan Manajemen UPH, mengaku berharap kerja sama ini membuka ruang magang di perwakilan perdagangan luar negeri. “Kesempatan itu akan sangat baik, karena mahasiswa bisa belajar langsung tentang dinamika perdagangan internasional dan memperluas wawasan praktis di lapangan,” katanya.
Kuliah umum di UPH ini pada akhirnya tidak hanya memberi wawasan kebijakan perdagangan, tetapi juga memantik semangat baru di kalangan mahasiswa untuk berani berwirausaha. Harapannya, lahir generasi wirausaha muda yang mampu membawa produk Indonesia mendunia sekaligus membangun ekosistem perdagangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (Ali)





























