DR. (HC) Hj. Khofifah Indar Parawansa, Tekad dan Semangat dalam Memperkuat Peran Kaum Hawa

Obsessionnews.com - Tentang eksistensi kaum perempuan di era pembangunan sekarang, menurutnya perempuan itu adalah kunci kemajuan. “Jika kita ingin tercapai suatu kemajuan dalam sebuah aspek, maka kuncinya ada pada pembangunan dan pemberdayaan perempuan,” tegas Gubernur Jawa Timur ini.
Pernyataan perempuan yang terpilih kembali sebagai Gubernur Jawa Timur (Jatim) periode 2024-2029 ini bukan sekadar ‘lips service’ tapi memang lahir dari tekad dan semangat dalam memperkuat peran kaum Hawa di era kekinian.
Sejak di parlemen dan menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah adalah aktivis perempuan yang kencang mengajak seluruh elemen turut serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) perempuan, untuk mempercepat kemajuan di segala lini.
Periode pertama kepemimpinannya sebagai gubernur, tak sedikit keberpihakannya kepada perempuan diperlihatkan. Misalnya dengan meluncurkan program pemberdayaan perempuan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan perempuan dalam berbagai bidang. Kemudian, dia juga mengembangkan program pengembangan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan akses perempuan terhadap sumber daya ekonomi. Mantan Menteri Sosial RI ini juga menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi perempuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesadaran mereka.
Bahkan di era digital ini Khofifah juga menekankan agar kemajuan tekonologi informasi dapat dimanfaatkan oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) perempuan untuk meningkatkan produktivitas mereka. Terlebih, masyarakat di Indonesia semakin melek teknologi informasi. Karena kemajuan di bidang teknologi informasi dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan produktivitas. Ormas perempuan, menurutnya lagi, baik lintas profesi, agama, maupun partai dapat melihat dan memanfaatkan teknologi digital dan IT sebagai bagian dari peningkatan produktivitas bersama serta memperkuat peran mereka dalam berbagai sektor.
Baca Juga:
Menang di MK, Khofifah Ajak Warga Jatim Bersatu
Selain itu, selama kepemimpinannya itu, Khofifah juga berkomitmen untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak serta terus berupaya meningkatkan akses perempuan terhadap layanan kesehatan, terutama dalam bidang kesehatan reproduksi. Hasilnya, selama kepemimpinannya di Jawa Timur, kesetaraan perempuan telah meningkat di semua lini, yang dapat membuat peranannya di segala sektor saat ini juga semakin besar.
“Di Jatim, Indeks peningkatan capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) juga terus meningkat. Dari 91,67 pada 2021 menjadi 92,08 di 2022. Begitu juga indikator Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) juga terus meningkat. Dari sebesar 74.42 pada 2022, dibandingkan 2021 di angka 72.36,” ujarnya. Hal tersebut, kata Khofifah, sangat selaras dengan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) yang terus menurun dari 0.460 pada 2021, menjadi 0.440 di 2022. Artinya bahwa kesetaraan perempuan di segala lini di Jatim juga terus terbangun.
Tak heran jika konsistensi luar biasa bagi perempuan itu membuat Khofifah diganjar penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atas kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak-anak. Dunia juga mengakui kiprahnya dengan menganugerahi selaksa penghargaan kepadanya. Salah satunya adalah Honorary Award for Global Peace and Women Empowerment atau Perdamaian Gobal dan Pemberdayaan Perempuan dari Minhaj-Ul Quran International. Khofifah merupakan penerima pertama dan satu-satunya pemimpin perempuan yang menerima penghargaan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir juga nama Khofifah selalu masuk dalam jajaran 500 Muslim Berpengaruh di Dunia, dalam rilis The Royal Islamic Strategic Studies Centre (MABDA). Bersanding dengan nama nama besar dunia seperti Raja Salman, Ayatollah Ali Khamenei, Recep Tayyip Erdogan dan tokoh dunia lainnya. (Rud/WO)





























