Era Disrupsi, Anak Muda Harus Jadi Problem Solver

Era Disrupsi, Anak Muda Harus Jadi Problem Solver
Menko PMK Pratikno. (Dok/PMK)


Obsessionnews.com - Anak muda harus muncul menjadi pemecah masalah (problem solver) pada era disrupsi sekarang ini. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno meminta pemuda tidak sekadar mengeluhkan masalah namun mengambil peran memberikan solusi tanpa harus menunggu punya jabatan atau perusahaan sendiri.

Pratikno menyampaikan itu ketika memberikan sambutan dalam acara Simposium Nasional dan Pelepasan Kontribusi HIPMI Institute di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Aula Heritage Kemenko PMK, Jakarta pada Selasa (18/2).

Baca Juga:
Hadapi Era DIsrupsi Dunia Kerja, Menko PMK Minta Pelaku Industri Langsung Masuk Kampus

“Anak muda harus jadi problem solver. Itu bisa dilakukan kapan saja, bahkan sebagai pribadi sekalipun,”ujar Pratikno.

Menurut Pratikno. kewirausahaan sosial bukan sekadar disiplin ilmu tertentu, melainkan bagian dari pembentukan karakter. Hal ini menjadi penting karena dunia kerja terus mengalami disrupsi. Banyak pekerjaan yang hilang akibat otomatisasi, artificial intelligence (AI), dan perkembangan teknologi lainnya.

“Dunia penuh disrupsi, banyak job loss, pekerjaan hilang. Otomasi bukan hanya mekanik, tapi juga analitis. AI bisa menjawab apa saja yang kita tanyakan. Bisa dibayangkan bagaimana besarnya potensi disrupsi lapangan kerja,”lanjutnya.

Menko PMK juga mengingatkan agar anak muda tidak terjebak dengan kondisi yang ada saat ini, karena segala sesuatu bisa dengan mudah tergantikan oleh teknologi. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun soft skill atau yang disebutnya sebagai essential skill.

“Saya jarang menyebut soft skill, karena bagi saya ini fundamental. Entrepreneurship, leadership, komunikasi, dan lainnya adalah essential skill. Apapun disiplin ilmunya, harus punya pondasi skill ini,”jelasnya.

Salah satu pilar utama dari essential skill, kata Pratikno, adalah entrepreneurship. Sikap inovatif, berani mengambil keputusan, memiliki agility, dan daya lentur tinggi menjadi kunci untuk menghadapi masa depan yang penuh perubahan.

Menko PMK pun menyambut baik inisiatif HIPMI Institute dalam membekali generasi muda dengan berbagai keterampilan masa depan, mulai dari future skill, future technology, future science, hingga pemetaan future business.

“Saya secara pribadi maupun pemerintah sangat mendukung inisiatif-inisiatif HIPMI Institute untuk membangun SDM unggul, SDM future talent kita, untuk belajar mengenai future technology, untuk belajar mengenai future science, menjajaki future economy, memetakan future business,”tutur Pratikno.

Turut hadir dalam agenda itu, Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI Akbar Himawan Buchari, Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, Stakeholder Relations Executive ParagonCorp Annisa Sekar, COO Monash University Indonesia Tantia Dian Permata Indah, dan Staf Khusus Bidang Inovasi dan Kerja Sama Kemenko PMK Ferro Ferizka Aryananda. (Erwin)