Semoga Pidato Prabowo Bukan Retorika Kosong

Oleh: Ida N Kusdianti, Sekjen Forum Tanah Air (FTA)
20 Oktober 2024 menjadi hari berakhirnya Pemimpin Tiran yang lebih memikirkan nasib keluarganya daripada memikirkan masa depan rakyat. Sesaat jutaan rakyat terhipnotis oleh pidato perdana Prabowo Subianto presiden terpilih.
Ada enam point pidato perdana Prabowo Subianto 20 Oktober 2024 yang kita catat:
1. Ikan busuk mulai dari kepala. 2. Saya bekerja untuk rakyat bukan untuk kerabat. 3. Korupsi membahayakan negara dan anak cucu kita. 4. Pengusaha tambang nakal membuat negara boncos. 5. Indonesia negara besar yang kaya akan hasil sumber daya alam tetapi rakyat belum menikmatinya masih banyak rakyat miskin yang kurang gizi dan putus sekolah. 6. Ucapan terima kasih kepada rakyat kecil, para petani, nelayan dan pekerja yang sebelum merdeka mereka memberi makan tentara di desa desa saat gerilya melawan penjajah karena negara tidak ada APBN.
Mudah-mudahan pidato Presiden kemarin bukan retorika kosong seperti kebanyakan pemimpin. Harapan rakyat ucapan kemarin benar-benar pidato seorang negarawan bukan pidato politik yang sering kali bertolak belakang dengan tindakan dan kebijakannya.
Politics are cruel and heartless (politik itu kejam dan tidak ada belas kasihan) untuk itu jangan mudah terbuai dengan ucapan yang sering kali dengan mudah mereka lupakan.
H+1 Prabowo menjabat sebagai Presiden akan menjadi awal terbukanya pintu pengadilan rakyat untuk menuntut pertanggungjawaban Jokowi selama satu dekade yang berhasil mengacak acak Republik ini.
Apa kabar Gibran? siapa yang pegang peranan, mampukan menjalankan fungsi konstitusinya sebagai RI 2, apa yang dibawa ke ruang kerja? Ide, gagasan, pikiran, solusi atau membawa seabreg mainan tamiya dan lego?
Pasang CCTV, akankah akun Kaskus dengan Fufufafanya bergerilya kembali?
Pertanyaan pertanyaan di atas akan terus muncul ketika yang bersangkutan belum memberikan pernyataan secara resmi.
Teruslah kita kawal dan kita kritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat, terus berjuang sampai keadilan dan kesejahteraan dinikmati oleh seluruh rakyat tanpa batas sosial yang selama ini menjadi pemisah.
Bagi seorang Prabowo Subianto saat ini tidak ada sulitnya untuk memperbaiki bangsa yang sedang terpuruk ini. Good will-nya menjadi penentu Indonesia ke depan, karena selembar kertas dan tetesan tintanya akan mengubah baik atau buruk nasib lebih 270 juta rakyat Indonesia.
Kita lihat bagaimana peran presiden di saat perusak negara menghadapi kasus hukum, ke mana dia berpihak, kepada rakyat atau kepada keluarga Jokowi dengan segala kontroversialnya di Republik ini.
Tetap berharap yang terbaik tapi jangan berlebih sisakan sedikit ruang kegetiran, agar ketika design and desolen (rencana dan kenyataan) tidak sesuai realitas.
Nothing great is created suddenly, butuh proses dan yakinkan kita berada (involve/terlibat) dalam proses untuk Indonesia yang lebih baik. []





























