Laporta: Kebugaran Pemain Barcelona Terbiasa Dirugikan Pengelolaan Timnas

Obsessionnews.com – Klub raksasa Catalan FC Barcelona dilaporkan memperingatkan keluhan terhadap Federasi Sepak bola Nasional Spanyol (RFEF) atas pengelolaan pemainnya yang berimbas terhadap kebugaran.
Barcelona menghadapi masalah cedera yang menimpa pemainnya setelah ketersediaan dalam melakoni pertandingan yang terjadwal secara padat untuk tim nasional mereka yang sebelumnya dalam turnamen seperti EURO, Olimpiade, dan yang tengah berlangsung UEFA Nations League.
Sejumlah pemain Barcelona menjadi pemain reguler negaranya dengan berpartisipasi secara berlebihan sehingga menyebabkan permasalahan kenyamanan pada fisik mereka, terutama saat ini pada Lamine Yamal dan Pablo Gavi.
Barcelona berupaya melindungi para pemain menghindari situasi yang menimpa Pedri, yang sebelumnya mengalami cedera setelah keikutsertaannya untuk Spanyol di UEFA Euro 2020 dan Olimpiade Tokyo musim panas 2021.
Sebelumnya Gavi dilanda cedera ligamen anterior cruciate (ACL) yang dideritanya dalam laga terakhir fase grup Kualifikasi UEFA Euro 2024 di pertandingan melawan Georgia.
Dan kini giliran Yamal yang mengalami cedera otot hamstring sejak berpartisipasi dalam pertandingan ketiga babak grup UEFA Nations League 2025 di laga Spanyol melawan Denmark yang berlangsung di stadion Nueva Condomina.
Dilansir ESPN, 18 Oktober 2024, Barcelona mengecam perilaku Federasi Sepak Bola Spanyol, sehingga sang presiden Joan Laporta mengkritik sikap pelatih kepala Spanyol Luis de la Fuente.
“Klub-klublah yang membayar para pemain. Anda harus mengingatnya. [De la Fuente] menyatakan [Spanyol] hanya akan memberikan mereka satu pertandingan sebulan, sangat bagus, tetapi kami membayar para pemain,” tegas Joan Laporta.
“Kami tidak ingin kejadian yang sama dengan Pedri terulang. Memainkan Lamine [melawan Denmark] adalah tindakan yang gegabah,” sambungnya.
“Tentu saja kami membela kepentingan kami dan mereka memahami rencana kami dan apa yang dirasakan pemain tersebut. Lamine memiliki kepribadian yang besar dan pada akhirnya kriteria yang tepat telah diterapkan,” lanjutnya.
Dilansir Football Espana, 17 Oktober 2024, selain itu Laporta juga dengan tegas menyatakan tidak setuju dengan berkontribusi untuk turnamen UEFA Nations League beserta memprotes aturan.
“Saya menentang Nations League, mereka telah menyelundupkan kompetisi melalui pintu belakang. Hak-hak para pemain tidak dihormati. Klub-klublah yang menanggung biaya untuk ini. Ini harus diatur demi keuntungan para pemain dan klub,” terang Laporta. (Amir Sofyan Satria Putra)





























