EIGER Nobar Film Dokumenter Perjuangan Warga Pantura Selamatkan Wilayahnya dari Abrasi di Desa Mayangan

EIGER Nobar Film Dokumenter Perjuangan Warga Pantura Selamatkan Wilayahnya dari Abrasi di Desa Mayangan
* Kemeriahan nobar film dokumenter EIGER di Desa Mayangan, Kab. Subang. (Foto: EIGER Adventure)

Obsessionnews.com – Terkenal dengan destinasi wisata Pantai Pondok Bali, sebuah desa di pesisir Pantura bernama Desa Mayangan, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang memang memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya ramai dikunjungi oleh wisatawan di akhir pekan.

Menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati pantai sembari memancing atau sekadar menyantap masakan laut di restoran-restoran mungil,  siapa sangka di balik itu semua ada cerita perjuangan warga desa ini, yang berjuang untuk selamatkan rumah satu-satunya yang mereka miliki.

Selama berpuluh-puluh tahun terakhir, warga Mayangan merasakan betapa dahsyatnya dampak abrasi bagi tanah kelahiran mereka. Sudah sejak 20 tahun terakhir, desa yang awalnya dikenal sebagai tambak dengan kekayaan hasil laut yang melimpah kini berubah drastis menjadi desa yang nyaris tenggelam akibat rob berkepanjangan.

Baca juga: EIGER Adventure Segera Buka Hill Flagship Store Sekaligus Coffee Shop Pertama di Labuan Bajo

Kondisi terkini wilayah Desa Mayangan, Kab.Subang. (Foto: EIGER Adventure)

 

Dalam keterangannya, Kamis (17/10/2024), Kepala Desa Mayangan, Darto mengatakan, hingga saat ini desanya telah kehilangan lebih dari setengah luasan wilayah desa tenggelam dihantam abrasi. Tak hanya itu, Pulau Burung yang berada di sebelah barat Pantai Pondok Bali, dulunya pernah menjadi sebuah daratan yang menyatu.

“Ratusan hektar lahan tambak dan lahan  warga, termasuk rumah dan beberapa bangunan lain, tenggelam karena abrasi dan banjir rob. Daratannya habis diterjang abrasi bertahun-tahun hingga hari ini,” ungkap Darto.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan alam di sekitar Desa Mayangan, EIGER Adventure beberapa kali mampir dan tepatnya bulan lalu turut bahu-membahu bersama warga menanam 10.000 bibit mangrove demi menghalau abrasi.

Lalu, tepatnya Sabtu (12/10) EIGER kembali lagi singgah ke Mayangan dengan agenda yang berbeda. Kala itu, EIGER mengajak ratusan warga Mayangan untuk hadir di acara nonton bareng (nobar) sebuah film dokumenter yang direkam EIGER secara khusus, menceritakan perjuangan warga Mayangan dalam menjaga desanya. 

“Kami beri judul film ini Matra Pantura. Dibuat oleh EIGER sebagai apresiasi sekaligus menunjukan perjuangan warga Mayangan dalam melestarikan mangrove. Kami akan membawa film ini ke beberapa festival film, juga akan melakukan agenda nonton bareng di berbagai kota lain. Harapannya jadi pemicu diskusi soal kompleksitas masalah di Pesisir Pantura dan menemukan solusinya,” kata Brand Communication Strategist EIGER, Muhammad Zakiy Zulkarnaen.

Baca juga: Ronny Lukito Antar EIGER Mengglobal dengan Visi Tropical Adventure

Kegiatan ini pun disambut dengan penuh antusias oleh ratusan warga datang merapat di malam itu meriah. Seluruh warga yang hadir menonton bisa menukar kupon dengan jajanan gratis yang disiapkan EIGER.

Film diputar kurang lebih selama 30 menit, ditutup dengan diskusi antar warga, dihadiri oleh Kepala Desa Mayangan, Sekretaris Desa, siswa sekolah, komunitas, juga sejumlah aparat desa dan kecamatan. 

Warga sekaligus perwakilan Yayasan Wanadri di Mayangan, Mansur menyampaikan rasa takjubnya terhadap film dokumenter ini. Ia berharap dengan adanya film ini dapat sekaligus menularkan semangat pada masyarakat untuk menjaga wilayahnya dari abrasi pantai.

Selain itu, komentar juga datang dari Abah Encai, salah satu toko masyarakat yang terlahir di Mayangan lebih dari 6 dekade silam.

“Terima kasih EIGER. Film ini akan diingat sebagai salah satu cara kita mendokumentasikan upaya kebaikan, mempertahankan desa dan tanah kelahiran, agar generasi anak muda Mayangan kelak punya kehidupan yang lebih baik,” tutup Abah Encai.(Arfi)