Bawaslu Belum Temukan Politik Uang Jelang Coblosan Pilkada DKI

Bawaslu Belum Temukan Politik Uang Jelang Coblosan Pilkada DKI
Siaran Pers Jakarta (6/2) - Menjelang tahapan pemilihan dan penghitungan suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017 DKI Jakarta tinggal menghitung pekan. Biasanya, mendekati hari pelaksanaan tahapan tersebut, maraknya dugaan praktik politik uang akan semakin jelas dilakukan oleh pasangan calon. Namun, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengaku belum menemukan praktik tersebut. "Kita lebih mengedepankan pencegahan, tetapi kalau kita temukan praktek politik uang yah kita proses," ujar Ketua Bawaslu Muhammad di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017). Bawaslu pun menyatakan pihaknya telah memiliki data di mana masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diidentifikasikan akan rawan terhadap politik uang. "Kita identifikasi sejumlah TPS rawan dari kemungkinan politik uang, kita kan punya data mana daerah yang sering terjadi politik uang," ungkap Muhammad. Dia menjelaskan, ada beberapa daerah yang rawan dari segi pengerahan aparat desanya, ada juga yang rawan dari segi keterbatasan logistik. "Dengan riset itu sangat membantu kita dalam mempetakan persoalan potensi-potensi dari awal," pungkasnya. (*)