Unjuk Rasa Pembawa Berkah

Jakarta, Obsessionnews.com– Siapa bilang unjuk rasa selalu merugikan semua orang? Sangkaan itu ternyata tak selalu benar. Bahkan bagi Sari dan Tirah, unjuk rasa menjadi berkah bagi keduanya. Mak Sari dan Tirah terlihat bersemangat memilih dan memilah sampah yang terbungkus 5 hingga 6 kantung besar. Hanya botol dan gelas plastik bekas minuman yang dipilih keduanya. Dengan telaten, Mak Sari dan Tirah memisahkan botol-botol dan gelas-gelas plastik itu ke kantung besar yang telah disiapkannya.
“Terima kasih, Mas,” ucapan itu berkali-kali diutarakan Mak Sari dengan jelas kepada seorang lelaki berseragam Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia). Banyaknya kantung hitam besar berisi sampah-sampah itu memang ‘hasil’ beberapa orang berseragam Parmusi yang hilir mudik memunguti sampah yang bertebaran di sepanjang Jl RM Harsono di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Mak Sari, nenek berusia sekitar hampir 70 tahunan itu adalah ibu dari Tirah. Sementara Tirah merupakan janda beranak dua. “Saya sudah lama munguti botol plastik, Mas. Alhamdulillah, sepagi ini malah sudah dapat banyak botol plastik. Terima kasih ya, Mas,” ujar Mak Sari dengan wajah sumringah. Kepada Obsessionnews.com Mak Sari mengaku berasal dari Ciledug, Cirebon. Bersama ketiga anak dan beberapa cucunya, Mak Sari tinggal persis di belakang Bumi Perkemahan Ragunan. Profesi sebagai pemulung botol-botol plastik dijalani Mak Sari untuk bertahan hidup di Jakarta. “Ya bagaimana lagi. Anak laki-laki saya malah gila. Tinggal di rumah saja gak bisa kerja,” kata Mak Sari. Ahk, semoga sampah-sampah itu benar-benar menjadi berkah untukmu dan anak-cucumu. Semoga pula hari-harimu, esok dan seterusnya makin membahagiakan, Mak. (Fath)
“Terima kasih, Mas,” ucapan itu berkali-kali diutarakan Mak Sari dengan jelas kepada seorang lelaki berseragam Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia). Banyaknya kantung hitam besar berisi sampah-sampah itu memang ‘hasil’ beberapa orang berseragam Parmusi yang hilir mudik memunguti sampah yang bertebaran di sepanjang Jl RM Harsono di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Mak Sari, nenek berusia sekitar hampir 70 tahunan itu adalah ibu dari Tirah. Sementara Tirah merupakan janda beranak dua. “Saya sudah lama munguti botol plastik, Mas. Alhamdulillah, sepagi ini malah sudah dapat banyak botol plastik. Terima kasih ya, Mas,” ujar Mak Sari dengan wajah sumringah. Kepada Obsessionnews.com Mak Sari mengaku berasal dari Ciledug, Cirebon. Bersama ketiga anak dan beberapa cucunya, Mak Sari tinggal persis di belakang Bumi Perkemahan Ragunan. Profesi sebagai pemulung botol-botol plastik dijalani Mak Sari untuk bertahan hidup di Jakarta. “Ya bagaimana lagi. Anak laki-laki saya malah gila. Tinggal di rumah saja gak bisa kerja,” kata Mak Sari. Ahk, semoga sampah-sampah itu benar-benar menjadi berkah untukmu dan anak-cucumu. Semoga pula hari-harimu, esok dan seterusnya makin membahagiakan, Mak. (Fath) 




























