Demi Brondong, Istri Dubes Yunani Rela Bunuh Suami

Obsessionnews - Kisah percintaan berbau romantis dan tragis seringkali kita tonton dalam serial telenovela. Namun dalam kehidupan nyata ini terjadi dalam perjalanan cinta segitiga istri dari Duta Besar Yunani untuk Brazil, Francoise Souza Oliveira. Francoise (40) bersama kekasih gelapnya Sergio Gomes Moreira Filho (29) telah merencanakan pembunuhan terhadap Dubes Yunani untuk Brazil, Kyriakos Amiridis (59). Dilansir laman independen, Senin (2/1/2017), Polisi Brazil percaya bahwa Amiridis yang merupakan suami dari Francoise dibunuh oleh Sergio. Penyidik menduga, istri mulai merencanakan pembunuhan ini dengan kekasihnya setelah pasangan itu bertengkar serius tiga hari sebelum Natal.Kyriakos Amiridis. Tentunya dibawah komando dari sang istri dalam sebuah rumah di daerah Rio. Dalam kasus ini, pihak Kepolisian telah menahan tiga tersangka, kata pihak berwenang, Jumat lalu. Duta Kyriakos Amiridis telah hilang pada Senin di Nova Iguacu, sebuah kota bagian utara Rio de Janeiro, di mana Dubes tengah berlibur. Pasangan ini hidup sebagian besar waktunya di ibukota Brazil.
Penyidik polisi Evaristo Pontes Magalhaes mengatakan, bahwa Sergio Gomes Moreira Filho yang berprofesi sebagai polisi ini telah mengaku membunuh Amiridis, namun ia juga membela diri. Kini Francoise dikawal oleh petugas polisi saat ia dipindahkan dari kantor polisi ke penjara di Belford Roxo, Brasil, pada 31 Desember, dikutip Reuters. Sementara sepupu Filho, Eduardo de Melo, mengakui telah mengambil bagian dalam pembunuhan sebagai pengintai. Ia juga telah diiming-imingi oleh Francoise senilai $ 25.000 (£ 20.000) jika ia turut berpartisipasi. Sedangkan Francoise telah membantah terlibat dalam komplotan itu. Ia bersikeras saat kejahatan berlangsung dirinya tidak berada di rumah. Namun penyidik polisi mengatakan dalam sebuah konferensi pers Jumat lalu bahwa "bukti jelas menempatkan istri duta besar memiliki andil kejahatan". Akhirnya mayat korban ditemukan dibakar dalam sebuah mobil yang diparkir di bawah jalan layang tol. "Semua bukti kami menunjukkan bahwa motivasinya adalah untuk menggunakan sumber daya keuangan yang ditinggalkan oleh duta besar sehingga dia bisa menikmati hidup dengan Sergio," ucap Magalhaes. [caption id="attachment_172310" align="aligncenter" width="640"]
Dubes Yunani untuk Brazil, Kyriakos Amiridis.[/caption] Tanda-tanda pertama duta besar telah dibunuh muncul pada Kamis malam, ketika polisi menemukan bercak darah yang diyakininya dari sofa di dalam rumah pasangan itu di Nova Iguacu, dimana keluarga istrinya tinggal. Filho mengatakan kepada polisi bahwa dia mencekik duta besar selama perkelahian, namun bukti darah yang ditemukan di tempat kejadian membuat klaimnya tidak mungkin, kata Magalhaes. Terkuak, tetangga mengatakan bahwa mereka tidak mendengar tembakan apapun. Penyelidikan menunjukkan juga bisa jejak tubuh Amiridis 'telah dihapus dari rumah di karpet pada saat yang sama. Dimana putri Francoise (10) tiba di rumah tapi tidak melihat tubuh ayahnya yang sudah meninggal, kata Magalhaes. Polisi menyakini tubuh yang ditemukan di mobil terbakar itu adalah Amiridis. Namun ahli forensik kini sedang bekerja untuk mengkonfirmasi bahwa itu adalah dirinya Pemerintah Brazil telah menawarkan belasungkawa ke Yunani lebih kematiannya. Amiridis memulai karirnya sebagai diplomat pada tahun 1985 di Athena dan menjadi diplomat top Yunani di Brazil pada tahun 2016. Sebelumnya ia duta besar Yunani ke Libya dan bekerja sebagai konsul di Rio 2001-2004. (Popi Rahim)
Penyidik polisi Evaristo Pontes Magalhaes mengatakan, bahwa Sergio Gomes Moreira Filho yang berprofesi sebagai polisi ini telah mengaku membunuh Amiridis, namun ia juga membela diri. Kini Francoise dikawal oleh petugas polisi saat ia dipindahkan dari kantor polisi ke penjara di Belford Roxo, Brasil, pada 31 Desember, dikutip Reuters. Sementara sepupu Filho, Eduardo de Melo, mengakui telah mengambil bagian dalam pembunuhan sebagai pengintai. Ia juga telah diiming-imingi oleh Francoise senilai $ 25.000 (£ 20.000) jika ia turut berpartisipasi. Sedangkan Francoise telah membantah terlibat dalam komplotan itu. Ia bersikeras saat kejahatan berlangsung dirinya tidak berada di rumah. Namun penyidik polisi mengatakan dalam sebuah konferensi pers Jumat lalu bahwa "bukti jelas menempatkan istri duta besar memiliki andil kejahatan". Akhirnya mayat korban ditemukan dibakar dalam sebuah mobil yang diparkir di bawah jalan layang tol. "Semua bukti kami menunjukkan bahwa motivasinya adalah untuk menggunakan sumber daya keuangan yang ditinggalkan oleh duta besar sehingga dia bisa menikmati hidup dengan Sergio," ucap Magalhaes. [caption id="attachment_172310" align="aligncenter" width="640"]
Dubes Yunani untuk Brazil, Kyriakos Amiridis.[/caption] Tanda-tanda pertama duta besar telah dibunuh muncul pada Kamis malam, ketika polisi menemukan bercak darah yang diyakininya dari sofa di dalam rumah pasangan itu di Nova Iguacu, dimana keluarga istrinya tinggal. Filho mengatakan kepada polisi bahwa dia mencekik duta besar selama perkelahian, namun bukti darah yang ditemukan di tempat kejadian membuat klaimnya tidak mungkin, kata Magalhaes. Terkuak, tetangga mengatakan bahwa mereka tidak mendengar tembakan apapun. Penyelidikan menunjukkan juga bisa jejak tubuh Amiridis 'telah dihapus dari rumah di karpet pada saat yang sama. Dimana putri Francoise (10) tiba di rumah tapi tidak melihat tubuh ayahnya yang sudah meninggal, kata Magalhaes. Polisi menyakini tubuh yang ditemukan di mobil terbakar itu adalah Amiridis. Namun ahli forensik kini sedang bekerja untuk mengkonfirmasi bahwa itu adalah dirinya Pemerintah Brazil telah menawarkan belasungkawa ke Yunani lebih kematiannya. Amiridis memulai karirnya sebagai diplomat pada tahun 1985 di Athena dan menjadi diplomat top Yunani di Brazil pada tahun 2016. Sebelumnya ia duta besar Yunani ke Libya dan bekerja sebagai konsul di Rio 2001-2004. (Popi Rahim) 




























