Kaleidoskop 2016: Yusril Gagal Dapat Tiket Pilkada DKI 2017

Kaleidoskop 2016: Yusril Gagal Dapat Tiket Pilkada DKI 2017
Jakarta, Obsessionnews.com -  Kaleidoskop 2016 di bidang politik menampilkan banyak kejutan. Antara lain gagalnya Yusril Ihza Mahendra memperoleh tiket berlaga di Pilkada DKI Jakarta 2017. Sejumlah kalangan menilai Yusril Ihza Mahendra figur paling potensial menantang Gubernur petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Pilkada DKI 2017. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB) dan pengacara ini memang populer. Pakar hukum tata negara ini pernah menjadi anggota DPR (1999), Menteri Hukum dan HAM di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (1999-2001) dan Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004), serta Menteri Sekretaris Negara di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004-2007. Sebagai pengacara Yusril menunjukkan kepiawaiannya dalam memenangkan berbagai kasus. Karena popularitasnya tersebut para pendukungnya mendorongnya untuk maju di Pilkada DKI 2017. Namun, Yusril tidak bisa mencalonkan melalui partainya. Sesuai persyaratan parpol mengusung cagub dan cawagub di DKI adalah minimial memiliki 22 kursi di DPRD. Sementarta PBB yang dipimpin Yusril tidak memiliki wakil di DPRD DKI pada Pemilu 2014. Kendati demikian hal tersebut tidak mematahkan semangat Yusril.  Ia bergerilya melamar sebagai calon gubernur (cagub) ke PDI-P, Gerindra, PKS, PPP, Golkar, dan Partai Demokrat. Selain itu Yusril aktif menyosialisasikan pencalonannya. Ia rajin blusukan dan mendapat sambutan meriah dari warga. Warga berharap Yusril dapat maju di Pilkada dan memenangkan kompetisi tersebut, serta dapat membawa Jakarta menjadi lebih baik. Tetapi kenyataan ternyata tidak seindah harapan. Pada September 2016 PDI-P secara resmi mengusung Ahok sebagai cagub. Mantan Bupati Belitung Timur ini dipasangkan dengan dan politisi PDI-P yang juga Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat. Duet Ahok-Djarot juga diusung oleh Nasdem, Hanura dan Golkar. Hal ini membuat Yusril gigit jari. Setelah itu giliran Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PPP yang mengumumkan  jagoannya. Keempat parpol tersebut mengusung putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai cagub. Agus berduet dengan Sylviana Murni, Deputi Gubernur DKI Bidang Pariwisata dan Kebudayaan. Fakta ini kembali membuat Yusril kecewa. Dan yang terakhir mengumumkan pasangan cagub dan cawagub adalah Gerindra dan PKS. Nama Yusril kembali tidak muncul. Gerindra dan PKS mengusung mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sebagai cagub dan politisi Gerindra Sandiaga Uno sebagai cawagub. Gagalnya Yusril memperoleh tiket Pilkada DKI 2017 bukan hanya mengecewakan dirinya sendiri, tetapi juga para pendukungnya. (arh)