NTT Catat Kasus Gizi Buruk Tertinggi

NTT Catat Kasus Gizi Buruk Tertinggi
Betun, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi mengajak para orang tua supaya memperhatikan gizi anak-anaknya. Dengan diberikan gizi yang baik anak bisa tumbuh berkembang menjadi anak yang sehat, cerdas dan, pintar. Ajakan itu disampaikan Jokowi saat memberikan makanan tambahan berupa roti biskuit kepada ibu hamil, anak balita dan anak sekolah di Desa Alas Selatan, Kecamatan Koba Lima Timur, Kabupaten Malaka, NTT, Rabu (28/12/2016). "Saya senang mendengar ibu gubernur mutar-mutar anjurkan memelihara ayam agar telurnya dipakai untuk tambahan gizi, karena tanpa itu anak-anak tidak sehat, tidak pintar, itu kunci," ujar Presiden Jokowi. Presiden mengatakan pemberian makanan tambahan ini bertujuan untuk menjaga agar anak-anak menjadi sehat dan pintar. Dalam menghadapi era persaingan, menyiapkan generasi yang cerdas menjadi hal yang mutlak dilakukan. "Terus akan kita lakukan, karena ini investasi masa depan. Bukan urusan sekarang, itu urusan 20, 30, 40 tahun yang akan datang. Anak-anak kita biar pintar dan mampu bersaing, berkompetisi dengan anak-anak di negara lain, penting itu sekali," tandasnya. Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan NTT merupakan daerah yang paling tinggi kasus gizi buruk dari rata-rata secara nasional, karena itu, pihaknya akan memberikan perhatian utama di wilayah ini. "Angka kurang gizi masih untuk di Indonesia masih tinggi daripada angka nasional, kami ingin memberikan perhatian karena presiden memberi perhatian agar menjadi generasi yang berkualitas," pungkas Menkes. Berbagai upaya dilakukan, selain memberikan makanan tambahan Kemenkes juga menyiapkan program revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta menambah 8 unit puskesmas khusus di Kabupaten Belu dengan total anggaran sebesar Rp 71 miliar. "Kita akan kuatkan pelayanan kesehatan primer. Kita harapkan dengan puskemas masyarakat dapat terjangkau," ucap Nila. (Has)