TKA China Ilegal Bukan Politis dan Isu Tapi Sudah Jadi Infeksi Sosial

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkapkan terkait tenaga kerja asing (TKA) China ilegal bukan politis dan isu, tetapi sudah menjadi infeksi sosial. “Jumlahya jutaan yang masuk ke Indonesia pekerja illegal China itu bukan politis, pemerintah hanya ingin mencari pembenaran saja. Dari data Keimigrasian yang masuk legal udah jelas kok dua tahun terakhir warga negara asing dari RRC itu menduduki urutan dengan jumlah terbanyak yang masuk ke Indonesia,” ungkap Arief Poyuono, Minggu (25/12/2016). “Tahun 2015 saja warga negara China yang masuk ke Indonesia itu mencapai 1.401.443 orang yang mengunakan fasilitas bebas visa dan yang keluar 1.452.249 selisih 50 ribuan WNA asal China. Nah, yang 50 ribuan ini kegiatannya ngapain kalau tidakl jadi TKA illegal,” tambahnya. “Belum lagi yang masuk secara ilegal lewat kapal kapal pengangkut barang dari China untuk mengangkut hasil usaha pertambangan yang dijalankan perusahanan China di Indonesia di daerah remote area melalui pelabuhan yang dibangun oleh perusahaan China yang tanpa dilengkapi CIQ fasilitas (Custom,Immigration dan Quarantine),” bebernya pula. Ia pun memaparkan, memang jumlahnya tidak puluhan juta tapi baru jutaan. “Kan (Presiden) Joko Widodo baru dua tahun buat kebijakan kerja sama investasi dengan RRC dengan syarat masuk modal, masuk barang/peralatan dan masuk tenaga kerja untuk investasi China disegala bidang,” tandasnya. [caption id="attachment_52314" align="aligncenter" width="640"]
Arief Poyuono dan Prabowo[/caption] Arief Poyuono mengingatkan, mungkin di akhir jabatan Joko Widodo bisa jadi puluhan juta jumlahnya nanti kalau tidak diambil tindakan oleh Joko Widodo dan Joko Widodo malas blusukan ke tempat tempat dimana ada investasi China di Indonesia. Yang penting itu, tutur dia, Joko Widodo jangan sedikit-dikit ada masalah sosial membuat pembenaran dengan alasan isu dan politis. “Harusnya check kebenarannya langsung blusukan ke ke tempat sector-sektor investasi China di Indonesia dan lihat sendiri benar tidak ada TKA illegal China yang kerja di sana, dan coba check apa benar tenaga kerja di perusahaan China itu pada bisa berbicara bahasa Indonesia,” jelas Wakil Ketua Umum Gerindra. “Nah, jadi Presiden jangan mudah percaya saja dengan laporan Menaker tentang jumlah TKA China ilegal kerja di Indonesia,” harap pentolan Partai Gerindra. Yang pasti, tegas dia, TKA China ilegal itu sudah menyebabkan Infeksi Ekonomi dan Sosial secara nasional dan berdampak pada hilangnya kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia dan pengangguran terus bertambah, serta tidak memberikan pemasukan penerimaan negara dari sektor pajak penghasilan TKA sebab TKA China dibayar dengan tingkat Upah di bawah Pendapatan Tidal Kena Pajak di Indonesia dan selebihnya upah TKA dibayar di China kepada keluarganya atau dikirimkan ke Rekening mereka di China oleh Kantor Perusahaan China yang berinvestasi di China. “Buktinya gampang, mana mungkin TKA China lebih murah upahnya dari upah buruh Indonesia, wong Pendapatan Percapita China saja sudah mencapai 6416.18 USD per tahun kok, Jadi, mana mungkin TKA kerja China di Indonesia dibayar dengan upah standar Indonesia di bawah PTKP (di bawah 5 juta rupiah), mau makan apa keluarga TKA itu di China nanti,” pungkasnya. “Jadi, tolong jangan penyakit Ekonomi dan Sosial yang terjadi akibat kebijakan Joko Widodo yang mengundang investasi China plus plus yang berdampak negatif jangan Presiden buang Badan dan Bilang Politis dan Isu, Masyarakat tidak sebodoh pemerintah,” tegas Arief Poyuono yang juga Aktivis garis keras. (Red) [caption id="attachment_54830" align="aligncenter" width="640"]
Arief Poyuono dan Jokowi[/caption]
Arief Poyuono dan Prabowo[/caption] Arief Poyuono mengingatkan, mungkin di akhir jabatan Joko Widodo bisa jadi puluhan juta jumlahnya nanti kalau tidak diambil tindakan oleh Joko Widodo dan Joko Widodo malas blusukan ke tempat tempat dimana ada investasi China di Indonesia. Yang penting itu, tutur dia, Joko Widodo jangan sedikit-dikit ada masalah sosial membuat pembenaran dengan alasan isu dan politis. “Harusnya check kebenarannya langsung blusukan ke ke tempat sector-sektor investasi China di Indonesia dan lihat sendiri benar tidak ada TKA illegal China yang kerja di sana, dan coba check apa benar tenaga kerja di perusahaan China itu pada bisa berbicara bahasa Indonesia,” jelas Wakil Ketua Umum Gerindra. “Nah, jadi Presiden jangan mudah percaya saja dengan laporan Menaker tentang jumlah TKA China ilegal kerja di Indonesia,” harap pentolan Partai Gerindra. Yang pasti, tegas dia, TKA China ilegal itu sudah menyebabkan Infeksi Ekonomi dan Sosial secara nasional dan berdampak pada hilangnya kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia dan pengangguran terus bertambah, serta tidak memberikan pemasukan penerimaan negara dari sektor pajak penghasilan TKA sebab TKA China dibayar dengan tingkat Upah di bawah Pendapatan Tidal Kena Pajak di Indonesia dan selebihnya upah TKA dibayar di China kepada keluarganya atau dikirimkan ke Rekening mereka di China oleh Kantor Perusahaan China yang berinvestasi di China. “Buktinya gampang, mana mungkin TKA China lebih murah upahnya dari upah buruh Indonesia, wong Pendapatan Percapita China saja sudah mencapai 6416.18 USD per tahun kok, Jadi, mana mungkin TKA kerja China di Indonesia dibayar dengan upah standar Indonesia di bawah PTKP (di bawah 5 juta rupiah), mau makan apa keluarga TKA itu di China nanti,” pungkasnya. “Jadi, tolong jangan penyakit Ekonomi dan Sosial yang terjadi akibat kebijakan Joko Widodo yang mengundang investasi China plus plus yang berdampak negatif jangan Presiden buang Badan dan Bilang Politis dan Isu, Masyarakat tidak sebodoh pemerintah,” tegas Arief Poyuono yang juga Aktivis garis keras. (Red) [caption id="attachment_54830" align="aligncenter" width="640"]
Arief Poyuono dan Jokowi[/caption] 




























