Waspada! Situasi Saat Ini Rawan Adu Domba SARA

Jakarta, Obsessionnews.com - Tampaknya situasi yang sudah 'panas' saat ini rawan dimanfaatkan adu domba oleh pihak 'tertentu'. Belum selesai kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saat ini muncul lagi dugaan penistaan agama, menyusul ditemukannya lafaz Allah di miniatur halaman gereja hiasan natal di lobi Hotel Novita Jl. Gatot Subroto Jambi, pada Jumat (23/12/2016). Entah apa maksud pihak manajemen meletakkan lafaz Allah di lantai hiasan pohon Natal. Yang pasti kejadian seperti ini sangat disayangkan, mengingat masyarakat khususnya umat muslim masih terluka hatinya dengan kasus penistaan berbau SARA yang dilakukan Ahok. [caption id="attachment_28097" align="alignleft" width="300"]
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil.[/caption] "Ya ini sangat disayangkan, kita tahu bersama masyarakat ini sudah seperti daun yang kering mudah terbakar, pasca aksi damai 212. Ko ini belum selesai sudah ada lagi benih-benih kebencian yang coba diangkat oleh pihak-pihak yang sengaja ingin merusak," ujar anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil, Sabtu (24/12). Menurutnya, jelang perayaan Natal mestinya kerukunan umat beragama terjalin dengan harmonis dengan belajar dari kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Bukan malah sebaliknya. Kejadian seperti ini kata dia, justru seolah ingin memberi pesan bahwa mereka ingin negara ini dirusak oleh SARA (suku, agama, ras, antargolongan). "Jangan sampai persoalan ini membawa dampak panjang dari perpecahan umat beragama yang sebenarnya itu bukan menjadi tradisi dari umat beragama di Indonesia," jelas Nasir. Nasir mengingatkan, bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi yang tidak stabil secara keamanan. Hal ini ditandai dengan banyak penangkapan terduga teroris oleh Densus 88. Para terduga ini ditangkap karena dikhawatirkan akan melakukan aksi teror pada saat perayaan Natal. "Karena itu jangan sampai kasus seperti ini menyulut kebencian antar umat beragama. Persatuan dan kesatuan adalah yang utama," jelasnya. Diketahui, persoalan ini sudah ramai diperbincangkan di media sosial. Beruntung Wali Kota Jambi H Sy Fasha langsung mengambil sikap tegas. Jumat malam (23/13) Fasha mendatangi hotel di bilangan pasar Jambi, dan langsung memutuskan hotel ditutup sementara. Fasha juga langsung mengangkat lertas karton yang bertuliskan “MAAF!! Hotel Ini Dihentikan Operasinya" dan langsung dibubuhkan tanda tangannya. Hotel dihentikan, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. (Albar)
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil.[/caption] "Ya ini sangat disayangkan, kita tahu bersama masyarakat ini sudah seperti daun yang kering mudah terbakar, pasca aksi damai 212. Ko ini belum selesai sudah ada lagi benih-benih kebencian yang coba diangkat oleh pihak-pihak yang sengaja ingin merusak," ujar anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil, Sabtu (24/12). Menurutnya, jelang perayaan Natal mestinya kerukunan umat beragama terjalin dengan harmonis dengan belajar dari kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Bukan malah sebaliknya. Kejadian seperti ini kata dia, justru seolah ingin memberi pesan bahwa mereka ingin negara ini dirusak oleh SARA (suku, agama, ras, antargolongan). "Jangan sampai persoalan ini membawa dampak panjang dari perpecahan umat beragama yang sebenarnya itu bukan menjadi tradisi dari umat beragama di Indonesia," jelas Nasir. Nasir mengingatkan, bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi yang tidak stabil secara keamanan. Hal ini ditandai dengan banyak penangkapan terduga teroris oleh Densus 88. Para terduga ini ditangkap karena dikhawatirkan akan melakukan aksi teror pada saat perayaan Natal. "Karena itu jangan sampai kasus seperti ini menyulut kebencian antar umat beragama. Persatuan dan kesatuan adalah yang utama," jelasnya. Diketahui, persoalan ini sudah ramai diperbincangkan di media sosial. Beruntung Wali Kota Jambi H Sy Fasha langsung mengambil sikap tegas. Jumat malam (23/13) Fasha mendatangi hotel di bilangan pasar Jambi, dan langsung memutuskan hotel ditutup sementara. Fasha juga langsung mengangkat lertas karton yang bertuliskan “MAAF!! Hotel Ini Dihentikan Operasinya" dan langsung dibubuhkan tanda tangannya. Hotel dihentikan, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. (Albar)




























