Tipisnya Volume Perdagangan, IHSG Jelang Libur Natal Diprediksi Rawan Koreksi Lanjutan

Tipisnya Volume Perdagangan, IHSG Jelang Libur Natal Diprediksi Rawan Koreksi Lanjutan
Jakarta, Obsessionnews.com - Ekspektasi atas penguatan dolar di 2017 dan kenaikan bunga The Fed telah meningkatkan risiko capital outflow di emerging market termasuk di Indonesia. Hal tersebut memicu pasar saham Indonesia tertekan beberapa pekan terakhir. Demikian disampaikan pengamat pasar modal dari First Asia Capital, David Sutyanto. Ia mengatakan, memasuki perdagangan akhir pekan ini sebelum libur Natal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan koreksi lanjutan menyusul minimnya insentif positif dan tipisnya volume perdagangan. “Pelaku pasar cenderung bermain safe dan aksi beli sifatnya selektif dalam volume terbatas terutama menyasar saham-saham yang memiliki isu individual menarik seperti pembagian dividen interim. IHSG secara technical akan bergerak dengan support di 5010 dan resisten di 5110 cenderung di teritori negative,” tutup David melalui keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Jumat (23/12/2016) pagi. Selain itu David menuturkan, di tengah tipisnya animo bertransaksi, menjelang libur natal pelaku pasar cenderung menghindari memegang aset berisiko terutama dibayangi meningkatnya risiko capital outflow. S1 5010 S2 4970 R1 5080 R2 5110 Berikut saham-saham pilihan versi First Asia Capital, Jumat (23/12) ASII 7300-7700 BoW, SL 7200 TLKM 3700-3900 BoW, SL 3650 BBTN 1600-1680 Buy, SL 1560 ADRO 1650-1730 Buy, SL 1600 PGAS 2380-2600 BoW, SL 2300 INDF 7200-7600 Buy, SL 7100 MNCN 1550-1710 BoW, SL 1500 BEST 240-268 Buy, SL 234 KRAS 740-795 BoW, SL 700 GJTL 1000-1100 Buy, SL 940. (Aprilia Rahapit)