Pesawat Hercules C-130 Sudah Empat Kali Jatuh

Jakarta, Obsessionnews.com - Pesawat Hercules C-130 adalah salah satu jenis pesawat angkut militer yang dimiliki Indonesia. Pesawat buatan Amerika ini pertama kali terbang pada 23 Agustus 1954 dan diperkenalkan pada 9 Desember 1957. Siapa sangka pesawat yang sudah cukup tua ini ternyata sudah banyak mengalami kejadian penting di Indonesia dengan empat kali jatuh. Berikut daftar kejadiannya. Pertama, Pesawat Hercules C-130 jatuh pada 5 Oktober 1991 di daerah Condet, Jakarta Timur. Kejadian tragis ini telah menewaskan 133 prajurit Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU dan 2 warga sipil. Tragedi di Condet ini terjadi disaat diselenggarakan Perayaan HUT ABRI ke 46. Kedua, Pada tanggal 20 Mei 2009, pesawat C-130 Hercules TNI AU jatuh di desa Nggeplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur. Pesawat ini diterbangkan dari Jakarta dan jatuh pada saat melakukan pendaratan di Magetan. Dari 112 penumpang 98 diantaranya tewas dan juga 2 sipil. Ketiga, Pesawat C-130 Hercules TNI AU dengan registrasi A-1310 jatuh pada 30 Juni 2015 di Jalan Jamin Ginting,Medan, Sumatera Utara setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo. Pesawat tersebut dipiloti oleh Kapten Pnb Sandy Permana. Insiden tersebut mengakibatkan tewasnya penumpang hingga 100 orang lebih. Keempat, Pesawat Hercules C-130HS milik TNI Angkatan Udara (AU) dengan nomor registrasi A-1334 hilang kontak atau jatuh dalam penerbangan dari Timika ke Wamena, Papua, Minggu (18/12/2016) pagi. Pesawat yang membawa 13 kru itu merupakan pesawat milik Landasan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, yang sedang menjalani latihan rutin yaitu latihan navigasi. Lokasi pesawat jatuh telah ditemukan oleh 30 personel Kodim 1702/Jayawijaya yang dipimpin oleh Pasi Intel Kapten Inf Irvan di Gunung Lisuwa, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya. Seluruh penumpang dalam kecelakaan ini tewas. Pesawat Hercules jenis C-130 adalah sebuah pesawat terbang bermesin empatturboprop sayap tinggi (high wing) yang bertugas sebagai pesawat angkut militerutama untuk pasukan militer di banyak bagian dunia. Pesawat ini mampu mendarat dan lepas landasdari runway yang pendek atau tidak disiapkan, awalnya dia adalah sebuah pengangkut tentara dan pesawat kargo yang sekarang ini juga digunakan untuk berbagai macam peran, termasuk infantri airborne, pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, pemadam kebakaran udara, dan ambulans udara.





























