IHSG Hari Ini Diprediksikan Bergerak Dengan Support di 5210

Jakarta, Obsessionnews.com - Wall Street akhir pekan lalu kembali koreksi terbatas dipicu meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Laut China Selatan antara China dan Amerika Serikat (AS). Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,04% dab 0,18% di 19843,41 dan 2258,07. "Selama sepekan indeks saham Wall Street bergerak bervariasi. Indeks DJIA berhasil melanjutkan rally menguat 0,44%. Indeks S&P dan Nasdaq koreksi tipis masing-masing 0,06% dan 0,13%. Harga minyak mentah sepekan kemarin menguat 1,05% di USD52,03/barel," ungkap pengamat pasar modal, David Sutyanto melalui keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Senin (19/12/2016) pagi. Sementara itu pada perdagangan awal pekan ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan koreksi lanjutan dalam rentang konsolidasi menyusul minimnya insentif positif dan meningkatnya kekhawatiran pelemahan rupiah terhadap dolar AS. "Harga komoditas logam sepekan kemarin yang cenderung koreksi akan mempengaruhi aksi ambil untung lanjutan di sejumlah saham tambang. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5210 dan resisten di 5250 cenderung koreksi," tuturnya. S1 5210 S2 5190 R1 5250 R2 5270 Berikut saham- saham pilihan versi First Asia Capital, Senin (19/12). BMRI 10600-11000 BoW, SL 10500 BBCA 14700-15000 TB, SL 14500 TLKM 3750-3950 BoW, SL 36500 ADHI 2080-2170 Buy, SL 1980 PTPP 3820-4100 Buy, SL 3680 RALS 1110-1190 Buy, SL 1050 BEST 262-280 Buy, SL 260 ADRO1650-1750 Buy, SL 1600 LSIP 1720-1840 TB, SL 1680 TINS 1140-1220, SL 1100. (Aprilia Rahapit)





























