Jokowi Berpihak Kepada Ekonomi Liberal

Oleh: Asrun Tonga *) Rekayasa ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Jokowi saat ini tidak berpihak kepada ekonomi kerakyatan dan pengusaha pribumi. Tapi lebih berpihak kepada ekonomi liberal, yakni lebih percaya kepada investor asing dan non pribumi alias pengusaha China. Padahal sebenarnya bila ada kemauan untuk memberdayakan pengusaha pribumi, maka masih banyak investor pribumi yang tidak kalah hebatnya dengan non pribumi atau investor asing. Sangat ironis dan mengherankan saudara sendiri tidak diberdayakan. Pertanyaannya ada apa? Dan mengapa? Kenapa mencari yang jauh? Bila mau konsisten membangun bangsa ini tanpa disyarati macam-macam, maka berdayakan investor pribumi, berikan insentif khusus berupa kemudahan perizinan, pajak, dan sediakan fasilitas pembiayaan perbankan. Berikan kesempatan pertama kepada anak pribumi untuk mempelopori pembangunan bangsanya sendiri. Pemerintah dapat menunjuk BUMN yang ada untuk melakukan investasi industri pertambangan dan pangan dari hulu ke hilir. Lalu berdayakan dan libatkan pengusaha pribumi untuk distribusi dan penjualannya melalui koperasi- koperasi atau badan usaha swasta pribumi. Kurangi dan batasi serta kontrol non pribumi untuk usaha tertentu yang berhubungan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat untuk tidak terlalu dominan, pemerintah membuat kebijakan mengenai perimbangan penguasaan ekonomi antara pribumi dan non pribumi pelalui Keppres, dan seterusnya *) Pengusaha dan Ketua Umum Ormas Setia Indonesia.





























