Jumpa Pers Jokowi Bersama Presiden Iran di Teheran

Jumpa Pers Jokowi Bersama Presiden Iran di Teheran
Teheran - Presiden Republik Islam Iran menilai penguatan dan pengokohan hubungan Iran-Indonesia sebagai dua negara sahabat dan Muslim, menguntungkan rakyat kedua negara dan kawasan. Hassan Rouhani, Presiden Iran, Rabu (14/12), setelah menandatangani empat dokumen kerja sama Tehran-Jakarta, menggelar jumpa pers bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Rouhani mengatakan, Tehran dan Jakarta bertekad memperluas tingkat kerja sama di seluruh bidang politik, ekonomi, budaya dan ilmu pengetahuan. Ia menambahkan, hubungan Iran dan Indonesia sebagai dua negara Muslim penting di Timur dan Barat Asia, sangat penting dan hubungan ini harus mengalami percepatan di era pasca Rencana Aksi Komprehensif Bersama, JCPOA. Presiden Iran menganggap implementasi kesepakatan dua negara di bidang hubungan perbankan dan investasi, sebagai langkah penting untuk menciptakan lompatan dalam hubungan ekonomi Tehran-Jakarta. "Kerja sama dua negara di bidang energi, adalah kerja sama yang strategis dan Iran akan memasok kebutuhan energi Indonesia termasuk minyak mentah, gas alam cair dan petrokimia," ujarnya. Rouhani menegaskan, kedua negara menjalin hubungan yang dekat di Gerakan Non-Blok dan Organisasi Kerjasama Islam, OKI, dan keduanya memperkuat kerjasama untuk mengatasi masalah-masalah Dunia Islam di antaranya krisis Bahrain, Yaman, Suriah dan Myanmar. Sementara itu Presiden Joko Widodo menilai kunjungannya ke Tehran sebagai upaya peningkatan interaksi dan kerja sama dua negara. Jokowi menjelaskan, Tehran-Jakarta sedang berupaya memperkuat dan memperkokoh kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi. Terkait dialognya dengan Rouhani, Jokowi menuturkan, Indonesia mengusulkan mekanisme perdamaian untuk menyelesaikan krisis di Myanmar, Yaman, Suriah dan negara-negara lain yang dilanda krisis, dan menekankan peran untuk mewujudkan perdamaian. (ParsToday)