Penguatan Pasar Saham Sepekan Kemarin, Turut Ditopang Deviden Interim

Jakarta, Obsessionnews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan pekan lalu menguat tipis 4,392 poin (0,1%) di 5308,126. Pengamat pasar modal, David Sutyanto menilai pasar bergerak kurang bergairah menjelang di tengah bervariasinya pergerakan pasar saham Asia. “Nilai transaksi di Pasar Reguler hanya mencapai Rp4,1 triliun, jauh di bawah rata-rata harian di November lalu yang mencapai Rp6,3 triliun. Penguatan IHSG akhir pekan lalu ditopang aksi beli selektif atas saham pertambangan, infrastruktur dan aneka industry,” ungkapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Selasa (13/12/2016) pagi. Ia menuturkan, selama sepekan IHSG berhasil melanjutkan rebound yang menguat 1,2%. “Penguatan IHSG sepekan kemarin terutama ditopang redanya resiko pasar emerging market seiring rebound mata uang emerging market terhadap dolar Amerika Serikat (AS), termasuk nilai tukar rupiah yang menguat 1,4% di Rp13337 dibandingkan akhir pekan sebelumnya Rp13524,” tuturnya. Tak hanya itu, penguatan rupiah terhadap dolar AS sepekan kemarin kembali memicu aksi beli atas saham perbankan, infrastruktur, industri dasar, manufaktur, dan barang konsumsi yang sebelumnya tertekan akibat pelemahan rupiah. “Secara individual penguatan pasar saham sepekan kemarin turut ditopang sentimen pembagian dividen interim yang dilakukan sejumlah emiten unggulan seperti Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM),” tutup David. (Aprilia Rahapit)





























